Reformasiaktual.com//BOGOR — Upaya meningkatkan produktivitas lahan pertanian terus dilakukan melalui program Optimasi Lahan Non Rawa (Oplah Nonra). Salah satunya dilaksanakan oleh Kelompok Tani Mucekil di Kampung Nyomot, RT 011/RW 004, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor.
Program tersebut menyasar lahan pertanian dengan luas lahan terairi mencapai sekitar 35 hektare. Kegiatan ini diarahkan untuk mendukung ketersediaan dan pengelolaan air bagi lahan pertanian sehingga dapat menunjang peningkatan produktivitas serta pemanfaatan lahan secara optimal.
Berdasarkan data kegiatan, pekerjaan memiliki volume saluran sepanjang 130 meter dengan lebar 30 sentimeter. Pelaksanaan kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai 11 September hingga 28 Desember 2026.
Adapun nilai anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan tersebut mencapai Rp161.000.000. Sumber pendanaan berasal dari Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian BPLIP Kelas I Bandung Tahun Anggaran 2026.
Ketua Kelompok Tani Mucekil, Endih, mengatakan pelaksanaan program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi para petani, khususnya dalam mendukung pengelolaan air untuk lahan pertanian.
“Kami berharap kegiatan optimasi lahan ini benar-benar memberikan manfaat bagi para petani. Dengan adanya dukungan pengelolaan dan saluran air, lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dan produktivitas pertanian bisa meningkat,” ujar Endih. Minggu (5/10/2026).
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan sarana pendukung, tetapi juga membutuhkan peran aktif para petani dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.
“Kami dari kelompok tani tentu berkomitmen untuk menjaga dan memanfaatkan hasil kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Harapannya, manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh anggota kelompok tani,” katanya.
Program Oplah Nonra sendiri menjadi salah satu upaya dalam mendukung optimalisasi lahan pertanian melalui perbaikan tata kelola air dan sarana pendukung produksi. Dengan luas lahan terairi mencapai 35 hektare, keberadaan infrastruktur pendukung diharapkan mampu memperkuat aktivitas pertanian masyarakat di wilayah Desa Tegalpanjang. Pukas
Dedi RA













