Majalengka – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jembatan Cilongkrang, Jalan Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Kamis (8/10/2026). Sebuah mobil pick up jenis L300 yang mengangkut pupuk terguling ke jurang dengan kedalaman sekitar 4 meter.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsek Argapura Polres Majalengka Polda Jabar langsung melakukan penanganan di lokasi. Personel yang terlibat yakni Kapolsek Argapura IPTU Hendra Susilo, S.An., Bhabinkamtibmas Brigadir Heru Zanuar, dan Briptu Tiyan Septiawan.
Berdasarkan informasi di lapangan, kendaraan tersebut merupakan mobil kelompok tani Desa Argamukti, Kecamatan Argapura. Saat melintas di Jalan Desa Argamukti dalam kondisi membawa muatan pupuk, kendaraan mengalami mogok ketika berada di tanjakan.
Kendaraan kemudian telah diganjal untuk mencegah bergerak, namun ganjalan tersebut tidak mampu menahan kendaraan sehingga mobil bergerak dan akhirnya terguling ke jurang dengan ketinggian sekitar 4 meter.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Personel Polsek Argapura melakukan penanganan dan pemantauan di lokasi, sementara kendaraan masih dalam proses evakuasi.
Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Argapura IPTU Hendra Susilo, S.An., menyampaikan bahwa personel telah melakukan penanganan di lokasi kejadian serta memastikan kondisi masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
“Kami memastikan dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Personel sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan membantu proses evakuasi kendaraan. Kami juga mengimbau pengguna jalan agar selalu berhati-hati, khususnya saat melintasi jalan dengan kondisi menanjak maupun medan yang memiliki risiko,” ujar IPTU Hendra Susilo.
Kapolsek menambahkan, masyarakat yang menggunakan kendaraan dengan muatan berat diharapkan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik serta memperhatikan faktor keselamatan ketika melintasi medan menanjak maupun jalan dengan kondisi tertentu.
Polsek Argapura terus melakukan pemantauan selama proses evakuasi kendaraan berlangsung guna memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman dan tidak menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Kegiatan penanganan kecelakaan lalu lintas tersebut berlangsung dengan aman dan kondusif, sementara proses evakuasi kendaraan masih dilakukan.










