Kebakaran TPA Pasirbajing 97% Api Padam, Pengangkutan Sampah Kembali Beroperasi & Pemkab Garut Janji Perbaiki Sistem Pengelolaan

Daerah35 Dilihat

Reformasiaktual.com // GARUT, — Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasirbajing, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, sejak Minggu (11/10/2026) terus tertangani. Api berhasil dipadamkan hingga 97 persen dan pengangkutan sampah yang sempat lumpuh total dipastikan kembali beroperasi pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Jujun Juansyah, menjelaskan hasil evaluasi tim gabungan pada Senin (12/10/2026) .

“Hingga Senin sore, proses pemadaman di TPA Pasirbajing sudah mencapai 97%. Sisa asap tipis yang masih ada sudah tidak berdampak signifikan terhadap pemukiman warga. Karena itu, pengangkutan sampah akan kita buka kembali mulai Selasa, 13 Oktober 2026 pagi.”

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan warga selama dua hari terakhir. Pengangkutan terkendala karena akses masuk ke TPA terhalang insiden kebakaran,” ucapnya.

Pemadaman dilakukan secara masif dengan melibatkan TNI, Polri, BPBD, Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan PMI. Meski sudah dibuka, sistem zonasi ketat tetap diterapkan .area pembuangan dipisah menjadi zona aman dan zona yang masih dalam proses pendinginan. Prioritas pertama setelah dibuka adalah membersihkan tumpukan sampah di kawasan pusat kota. Petugas dan armada air tetap disiagakan di lokasi hingga benar-benar aman.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung lokasi kebakaran dari Pos 1 hingga Pos 3 sekaligus berdialog dengan warga sekitar yang terdampak asap. Bupati menjelaskan bahwa penanganan dilakukan dalam dua tahap.

“Secara jangka pendek, kita fokus pada percepatan pemadaman dengan melibatkan seluruh instansi terkait. Untuk warga sekitar yang terdampak asap . sekitar 500 Kepala Keluarga , saya sudah perintahkan puskesmas, Dinas Kesehatan, dan rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan. Semua biaya pengobatan selama masa tanggap darurat ini menjadi tanggung jawab pemerintah.”

Untuk jangka panjang, Bupati menegaskan akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di TPA Pasirbajing:

“Pemadaman saja tidak cukup. Ke depannya, kita akan berbicara khusus pengelolaan jangka panjang. Sistem yang ada saat ini harus dievaluasi dan diperbaiki, termasuk pemenuhan sarana pendukung seperti pasokan air yang memadai, agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.”

Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, sebelumnya telah menyoroti akar masalah kebakaran yang terus berulang.

“Karena TPA Pasirbajing kita masih sistem open dumping… gas metana di bawah tumpukan sampah tidak bisa dihindari dan sangat mudah terbakar.”

Ia mendesak agar Pemkab Garut segera mengalokasikan anggaran untuk mengubah sistem pembuangan sampah dari open dumping menjadi sanitary landfill, di mana gas metana dapat dikelola dengan baik sehingga risiko kebakaran dapat dicegah sejak awal.

“Jangan dulu berharap adanya TPST di tiap kecamatan,prioritas utama sekarang adalah menyempurnakan TPA Pasirbajing agar menerapkan sistem sanitary landfill secara utuh,” ungkap Yudha.

Pian