Hadapi Era Kecerdasan Buatan, Wahyu Dorong Penguatan Talenta Digital di Cimahi

Politik22 Dilihat

BANDUNG,-Reformasiaktual.com //Pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting bagi Kota Cimahi dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, menilai kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan generasi muda agar mampu beradaptasi, berinovasi, dan bersaing di tengah perubahan zaman.

Pandangan tersebut disampaikannya setelah menghadiri Mudzakarah ICMI Orwil Jawa Barat yang membahas transformasi sumber daya manusia di era AI, meliputi pendidikan, pengembangan talenta, dan kepemimpinan masa depan.

Dalam kegiatan itu, Wahyu mengikuti pemaparan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., mengenai pentingnya menyiapkan pendidikan dan talenta yang sesuai dengan kebutuhan era digital.

Menurut Wahyu, pemanfaatan AI tidak cukup hanya dengan menguasai teknologi. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta etika agar teknologi dapat digunakan untuk menghasilkan solusi yang bermanfaat.

Ia menilai lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kompetensi tersebut. Literasi digital, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter perlu berjalan beriringan agar generasi muda tidak sekadar menjadi pengguna teknologi.

Wahyu juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperluas kesempatan belajar serta meningkatkan keterampilan digital.

Bagi Kota Cimahi, perkembangan AI dinilai dapat membuka peluang peningkatan produktivitas, mendorong inovasi, dan memperluas kesempatan kerja apabila didukung kebijakan yang tepat serta pengembangan SDM secara berkelanjutan.

Ia berharap transformasi digital dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, sekaligus mendorong generasi muda Cimahi menjadi lebih adaptif, kreatif, dan berdaya saing.

Dengan demikian, kesiapan menghadapi era AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mampu memanfaatkannya secara bertanggung jawab.

(Reformasi Aktual )