Kembali ke Almamater, Wakapolres Takalar Tanamkan Disiplin dan Karakter kepada Siswa SMAN 1 Takalar

TNI/Polri35 Dilihat

TAKALAR – Kepolisian tak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan menegakkan hukum. Melalui dunia pendidikan, Polri juga mengambil peran dalam membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, serta memiliki kesadaran hukum sejak dini.

Semangat itulah yang dibawa Wakapolres Takalar, Kompol Alauddin, S.Sos., M.Si., M.I.Kom., saat menjadi inspektur upacara di SMA Negeri 1 Takalar, Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik), sebagai wujud kepedulian Polri terhadap pembinaan generasi muda.

Di hadapan ratusan siswa dan siswi, Alauddin menyampaikan amanat yang tidak hanya menekankan pentingnya kedisiplinan, tetapi juga mengajak para pelajar menjaga perilaku, menghormati guru, serta bertanggung jawab terhadap masa depan mereka.

Bagi Alauddin, upacara kali ini memiliki makna tersendiri. Sebagai alumni SMA Negeri 1 Takalar, ia mengaku bangga sekaligus bersyukur dapat kembali ke almamaternya, kali ini dalam kapasitas sebagai Wakapolres Takalar sekaligus pembina upacara.

Ia mengapresiasi budaya positif yang masih terpelihara di lingkungan sekolah, termasuk kebiasaan siswa menyambut dan mencium tangan guru. Menurut dia, tradisi tersebut bukan sekadar bentuk penghormatan, melainkan juga cerminan kedekatan emosional antara murid dan pendidik.

Dalam amanatnya, Alauddin mengingatkan para siswa bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Setiap cita-cita membutuhkan perencanaan yang matang, pengorganisasian yang baik, pelaksanaan yang disiplin, serta evaluasi untuk memperbaiki kekurangan.

Ia juga menekankan pentingnya latihan sebelum suatu kegiatan dilaksanakan. Dengan persiapan yang baik, kesalahan dapat diminimalkan dan hasil yang dicapai menjadi lebih optimal.

Pesan tersebut, kata dia, berlaku pula dalam proses belajar. Para siswa perlu memahami materi, mengingat hal-hal penting, dan menerapkannya dalam tindakan nyata. Ia mengangkat prinsip “I see, I forget; I see, I remember; I see, I do” sebagai pengingat bahwa pengetahuan akan lebih bermakna ketika diwujudkan dalam perbuatan.

Selain berbicara tentang pendidikan dan prestasi, Wakapolres Takalar itu memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah persoalan yang dapat mengancam masa depan pelajar.

Ia mengingatkan siswa agar menjauhi penyalahgunaan narkoba karena dampaknya tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan kesempatan untuk meraih cita-cita. Menurut dia, generasi muda harus mampu menjaga diri dari pergaulan dan pengaruh negatif yang berpotensi merugikan masa depan.

Dalam hal keselamatan berlalu lintas, Alauddin menegaskan pentingnya penggunaan helm setiap kali berkendara sepeda motor. Helm merupakan perlindungan penting bagi kepala untuk mengurangi risiko cedera serius ketika terjadi kecelakaan.

Ia juga mengimbau para siswa agar membiasakan diri datang ke sekolah tepat waktu. Kedisiplinan, menurut dia, harus dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika berada di lingkungan sekolah.

Persoalan perundungan atau bullying turut menjadi perhatian dalam amanat tersebut. Alauddin menegaskan bahwa tindakan merendahkan, menyakiti, atau mengintimidasi sesama siswa tidak boleh mendapat tempat di lingkungan pendidikan karena dapat berdampak buruk terhadap kondisi mental korban.

Ia mengajak seluruh pelajar menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Setiap siswa diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi, bukan justru menjadi penyebab munculnya persoalan di antara sesama teman.

Di akhir amanatnya, Alauddin mendorong para siswa untuk menjadi pribadi yang bernilai (valuable), memiliki karakter kuat, dan mampu menjaga sikap di mana pun berada. Ia juga mengingatkan agar ikrar pelajar yang telah diucapkan tidak berhenti sebagai rangkaian kata saat upacara, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polres Takalar berupaya memperkuat kehadiran Polri di lingkungan sekolah sebagai mitra para pendidik. Pendekatan ini diharapkan mampu mencegah kenakalan remaja, meningkatkan kesadaran hukum, serta menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab sejak dini.

Bagi para pelajar, pesan yang disampaikan hari itu menjadi pengingat bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh karakter, pilihan pergaulan, kepatuhan terhadap aturan, dan keberanian untuk melakukan hal yang benar.

Polisi hadir di sekolah bukan semata-mata untuk mengingatkan tentang larangan, melainkan juga untuk menumbuhkan kesadaran bahwa generasi muda yang berdisiplin, berkarakter, dan taat hukum merupakan fondasi penting bagi masa depan bangsa.

Asw-19