Pemdes Bonto Salluang Menggelar Musrenbang Desa Guna Penyusunan RKPDes T.A 2027 Dan DU RKPD Tahun 2028

Daerah36 Dilihat

BANTAENG – reformasiaktual.com Pemerintah Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang Desa), Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan arah dan prioritas pembangunan desa berdasarkan kebutuhan warga.

Musrenbang tersebut dihadiri P3MD Ramlan, SE, tenaga ahli, pendamping desa, pendamping lokal desa, perwakilan Kecamatan Bissappu Hasyim, SE, Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, para kepala dusun, RK, RT, kader kesehatan, pengurus PKK, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta tokoh masyarakat.

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan desa dan elemen masyarakat tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam menyusun perencanaan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kepala Desa Bonto Salluang, Marzuki, S.Sos., dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin atau kegiatan seremonial, melainkan momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan merumuskan masa depan desa secara bersama-sama.

“Musrenbang ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah momen yang paling penting dan paling berharga. Di sinilah kita duduk bersama, berbicara dari hati ke hati, mendengarkan aspirasi, kebutuhan, dan harapan warga kita semua,” ujar Marzuki.

Menurutnya, perencanaan pembangunan desa harus disusun dengan mengedepankan kebutuhan riil masyarakat. Karena itu, setiap usulan dan masukan warga menjadi bagian penting dalam proses menentukan program serta kegiatan pembangunan yang akan diprioritaskan.

Ia menekankan bahwa pembangunan desa tidak boleh hanya bertumpu pada kebijakan dari atas, tetapi harus tumbuh dari aspirasi masyarakat melalui proses musyawarah yang terbuka dan melibatkan berbagai unsur.

“Rencana pembangunan desa kita tidak datang dari atas saja, tetapi tumbuh dari kebutuhan warga, dari keinginan warga, dan dari musyawarah kita bersama,” tegasnya.

Marzuki berharap forum Musrenbang tersebut dapat menjadi ruang komunikasi yang efektif antara pemerintah desa dan masyarakat, sehingga berbagai persoalan, kebutuhan, serta potensi desa dapat dibahas secara bersama untuk menghasilkan perencanaan yang tepat sasaran.

Pelibatan unsur BPD, pendamping desa, pemerintah kecamatan, lembaga kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat juga menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi dan menyelaraskan usulan pembangunan dengan kebutuhan serta kemampuan desa.

Melalui Musrenbang ini, Pemerintah Desa Bonto Salluang diharapkan mampu merumuskan prioritas pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat, mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Musrenbang Desa Bonto Salluang sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program yang direncanakan pemerintah, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, mengawal proses perencanaan, dan mendukung pelaksanaan pembangunan di desa.

AGUS