Wabup Garut Tekankan Konsistensi dalam Pengembangan City Branding dan Village Branding

Daerah45 Dilihat

Reformasiaktual.com// GARUT, Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggelar Workshop Edukasi City Branding dan Village Branding, yang dilaksanakan di Aula DPMPTSP Kabupaten garut . Kegiatan ini dihadiri Wakil bupati Garut drg. Luthfianisa Putri Karlina, M.BA., Kadisparbud Beny Yoga Gunasantika ,Peserta dari Perwakilan SKPD terkait dan Tamu undangan lainnya.Rabu (28/10/2026)

Wakil Bupati Garut, drg. Luthfianisa Putri Karlina, M.BA., membahas secara langsung perancangan citra dan identitas daerah Kabupaten Garut. Dalam pertemuan tersebut, Wabup menghadirkan rekanan senior dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk berdiskusi bersama para pemangku kepentingan mengenai arah pengembangan identitas daerah.

Wabup menjelaskan bahwa perancangan branding daerah ini belum dalam tahap penerapan, melainkan masih dalam proses pembelajaran dan penyusunan konsep yang matang.

“Belum, masih dirancang. Ini kan belajar dulu, dari belajar, memahami, bikin satu konsepsi, baru nanti dilaksanakan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pengembangan branding daerah tidak harus langsung dilakukan dalam skala besar. Yang terpenting adalah langkah-langkah yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Jadi lebih baik kecil tapi konsisten, daripada besar tapi cuma sekali,” tegasnya.

Workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para peserta mengenai strategi membangun citra dan identitas khas daerah maupun desa, dengan fokus pada :

  • Membangun identitas yang kuat dan unik bagi Kabupaten Garut maupun setiap desa wisata, sehingga memiliki daya pembeda yang jelas dibandingkan daerah lain
  • Meningkatkan daya tarik wisata, investasi, dan produk lokal melalui citra yang konsisten dan positif
  • Menyelaraskan citra kabupaten dengan citra desa-desa wisata, sehingga keduanya saling memperkuat bukan saling tumpang tindih
  • Memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal, pelaku UMKM, dan pengelola destinasi wisata melalui promosi yang terarah

Peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai perbedaan dan hubungan antara keduanya:

  • City Branding membangun satu identitas utama yang menyatukan seluruh karakteristik unggulan Kabupaten Garut, mencakup keindahan alam, kekayaan budaya, keramahan masyarakat, dan potensi ekonomi daerah
  • Village Branding menonjolkan keunikan spesifik masing-masing desa wisata, sehingga setiap desa memiliki ciri khas yang mudah diingat dan dicari oleh wisatawan, tanpa kehilangan jati diri aslinya

Para narasumber juga menekankan bahwa branding bukan sekadar membuat slogan atau logo, melainkan sebuah komitmen untuk menghadirkan pengalaman yang konsisten dari kebersihan lingkungan, keramahan warga, kualitas produk, hingga pelayanan informasi yang akurat.

Keterlibatan berbagai SKPD, komunitas, dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam proses perancangan ini. Wabup juga mencontoh pola pengembangan daerah seperti Banyuwangi dan Yogyakarta sebagai referensi. Menurutnya, menuju kabupaten pariwisata membutuhkan penggerak yang kuat untuk mendukung pelaksanaan konsep tersebut.

“Nah, untuk menjadi kabupaten pariwisata, dibutuhkan apa saja. Yang paling utama penggeraknya. Nah, ini kita mengumpulkan para penggeraknya dulu,” ungkapnya.

Terkait jadwal peluncuran program branding, Wabup menyebutkan belum ada tanggal pasti. Prosesnya akan berjalan secara bertahap dan berkelanjutan tanpa harus terburu-buru.

“Launching mah enggak ada tanggal pasti. Pokoknya jalan aja terus, nanti tiba-tiba ke-branding aja,” pungkasnya.

Diharapkan setelah kegiatan ini, setiap desa wisata di Garut dapat mulai menyusun konsep identitasnya sendiri yang selaras dengan citra kabupaten, sehingga potensi desa wisata yang ada dapat dikelola secara lebih terarah dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Branding yang kuat dan terpadu akan membuat Garut semakin dikenal tidak hanya sebagai daerah tujuan wisata, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki jati diri bangga, berdaya saing, dan dicintai oleh masyarakatnya sendiri.

Pian