Reformasiaktual.com//CIREBON, Kamis (29 Oktober 2026) — Proyek peningkatan jalan Sidaresmi–Pabedilan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cirebon Tahun Anggaran 2026, menjadi sorotan awak media. Sejumlah aspek pelaksanaan pekerjaan, mulai dari pengawasan lapangan, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga kualitas material, dinilai perlu mendapat perhatian dari instansi terkait.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp1.465.350.000, dengan pelaksana CV Brahmastra Pratama dan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender kerja (HK), sebagaimana tercantum pada papan proyek.
Adapun rincian informasi proyek sebagai berikut:
Nama pekerjaan: Peningkatan Jalan Sidaresmi–Pabedilan
Lokasi: Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon
Volume: Panjang 407 meter dan lebar 4,50 meter, berdasarkan papan informasi proyek
Sumber dana: APBD Kabupaten Cirebon Tahun Anggaran 2026
Nilai anggaran: Rp1.465.350.000
Waktu pelaksanaan: 90 HK
Pelaksana: CV Brahmastra Pratama
Pengawasan dan Penerapan K3 Menjadi Perhatian
Dalam pemantauan awak media di lokasi, muncul dugaan belum optimalnya pengawasan lapangan dari dinas terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon. Kondisi tersebut perlu diklarifikasi kepada pihak dinas untuk memastikan pelaksanaan pengawasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, awak media juga menyoroti dugaan belum maksimalnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi para pekerja. Penerapan K3 merupakan aspek penting dalam pekerjaan konstruksi untuk melindungi pekerja dari risiko kecelakaan kerja.
Saat pekerja dikonfirmasi oleh awak media, muncul keterangan bahwa proyek tersebut merupakan proyek milik dewan. Namun, keterangan tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak pelaksana maupun instansi yang berwenang agar informasi mengenai sumber usulan dan penanggung jawab kegiatan menjadi jelas.
Kualitas Material Perlu Diperiksa
Selain persoalan pengawasan dan keselamatan kerja, kualitas material yang digunakan dalam pembangunan jalan tersebut juga menjadi perhatian. Terdapat dugaan bahwa mutu material, termasuk pasir dan semen apabila digunakan dalam pekerjaan terkait, perlu diperiksa untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis.
Meski demikian, dugaan mengenai kualitas material tersebut belum dapat dinyatakan sebagai pelanggaran tanpa pemeriksaan teknis, pengujian material, serta keterangan resmi dari pihak yang berwenang.
Karena proyek ini menggunakan uang negara yang berasal dari anggaran publik, transparansi, pengawasan, dan kualitas hasil pekerjaan harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat berhak memperoleh hasil pembangunan yang sesuai dengan spesifikasi dan memiliki daya tahan sebagaimana direncanakan.
Minta Instansi Terkait Melakukan Pemeriksaan
Awak media berharap DPUTR Kabupaten Cirebon, konsultan pengawas apabila ditunjuk, serta pihak pelaksana dapat memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam penerapan K3, penggunaan material, maupun kualitas hasil pekerjaan, pihak terkait diharapkan segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah perbaikan sesuai ketentuan.
Aparat penegak hukum juga dapat menindaklanjuti apabila terdapat bukti awal yang menunjukkan dugaan penyimpangan atau pelanggaran hukum, sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku.
Hingga berita ini disusun, dugaan mengenai pengawasan, penerapan K3, dan kualitas material tersebut masih memerlukan klarifikasi serta pemeriksaan lebih lanjut. Pemberitaan ini diharapkan menjadi bagian dari kontrol sosial demi mendorong pembangunan yang transparan, akuntabel, dan mengutamakan keselamatan pekerja serta kepentingan masyarakat.
Warnadi / M. Hery













