Hj. Rahmawati Ajak Gen Z Kaltara Sulap Hobi Fotografi Jadi Cuan Mandiri

TOkoh29 Dilihat

Reformasiaktual.com//TARAKAN – Hj. Rahmawati, SH, selaku Anggota Komisi VII DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Utara (Kaltara), secara aktif memotivasi kaum muda agar mampu mengoptimalkan keahlian fotografi menjadi ladang bisnis yang menguntungkan.

Baginya, ketrampilan visual dalam meracik dan menangkap gambar dapat dijadikan modal utama untuk mendirikan usaha mandiri sekaligus menciptakan kesempatan kerja baru di tengah masyarakat.

Pesan inspiratif tersebut diungkapkan dalam sebuah forum dialog kreatif yang melibatkan para pemuda, kalangan mahasiswa, serta perwakilan Karang Taruna di Kota Tarakan. Lewat acara ini, para peserta diajak untuk memandang fotografi bukan sekadar hobi pengisi waktu luang, melainkan sebuah karya bernilai ekonomi tinggi apabila dikemas dengan inovasi yang matang.

Ia melihat bahwa pandangan umum di masyarakat selama ini masih menganggap aktivitas membidik lensa hanya terbatas pada dokumentasi acara semata. Padahal, sektor fotografi menyimpan potensi finansial yang luar biasa jika pelakunya jeli melahirkan karya estetis yang diminati pasar.

“Selama ini kan mereka mikir kalau foto-foto itu tidak bisa mendatangkan uang. Padahal, kalau kita gali, kalau kita berinovasi, berimprovisasi, bisa menjadi sebuah karya yang bisa mendatangkan uang,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).

Lebih lanjut, Hj. Rahmawati menerangkan bahwa pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi kreatif bertumpu pada talenta, kreativitas, serta wawasan yang dikuasai setiap individu. Oleh sebab itu, generasi penerus bangsa ini wajib diberikan wadah seluas-luasnya guna mengeksplorasi potensi diri serta mengarahkan bakat mereka ke dalam ranah produktif.

Menurut pandangannya, wilayah Kalimantan Utara menyimpan potensi besar yang sangat potensial untuk menggenjot sektor ekonomi kreatif. Di samping fotografi, peluang emas juga terbuka lebar pada bidang perfilman, pelestarian budaya, seni tari, kuliner khas, hingga berbagai kreasi unik yang selaras dengan karakter lokal daerah.

Istri Gubernur Kaltara ini mengaku sangat terkesan melihat tingginya tingkat antusiasme para peserta yang hadir mengikuti sesi pelatihan tersebut. Besar harapannya agar gairah positif ini tidak berhenti sebatas seremonial sosialisasi saja, melainkan berlanjut menjadi aksi nyata berupa keberanian merintis serta mengembangkan bisnis berbasis keahlian.

“Harapan saya, mudah-mudahan nanti kita lihat bahwa menciptakan lapangan pekerjaan itu datangnya dari anak-anak muda,” terangnya.

Di samping itu, ia turut memberikan pesan pengingat agar kaum muda tidak terjebak dalam pola pikir pencari kerja (job seeker) yang terlalu bergantung pada lowongan dari instansi pemerintah maupun korporasi swasta. Kreativitas yang ditekuni secara serius diyakini mampu membuka jalan bagi lahirnya wirausahawan baru yang mandiri.

Sebagai contoh nyata, ia memaparkan bagaimana pemuda yang sukses membangun usaha dapat merangkul rekan-rekan sebaya untuk berkolaborasi, sehingga dampak kesejahteraan ekonomi dapat dirasakan secara kolektif di lingkungan sekitar.

“Mereka bisa menciptakan lapangan sendiri, bisa mengambil teman-teman mereka untuk berkolaborasi bekerja di situ,” ungkapnya.

Melalui program pembinaan ekonomi kreatif ini, ia optimis akan lahir lebih banyak pemuda Kaltara yang berani membaca peluang serta merintis bisnis dari minat yang merekatekuni. Pihaknya juga menggarisbawahi urgensi penanaman jiwa wirausaha sejak dini agar anak muda tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga cakap mengelola potensi tersebut menjadi usaha yang langgeng. (*)