Kapolda Jabar Gelar FGD, Cegah Ekstremisme pada Anak Perkuat Sinergi Keluarga dan Sekolah

TNI/Polri40 Dilihat

Reformasiaktual.com//Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat, Pencegahan Ekstremisme pada Anak melalui Penguatan Keluarga dan Sekolah” di Aula Moeryono Mapolda Jabar, Kota Bandung. Acara yang berlangsung pada Kamis (29/10/2026) ini dibuka secara resmi oleh Kapolda Jabar, Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H., guna merespons dinamika ancaman radikalisme yang menyasar generasi muda. Kegiatan strategis ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta, mulai dari jajaran pejabat utama Polda Jabar, perwakilan Densus 88 AT Polri, instansi pemerintah daerah seperti Dinas Pendidikan, Kanwil Kemenag, dan Diskominfo, hingga para kepala sekolah, guru Bimbingan Konseling (BK), komite sekolah, serta pengurus OSIS.

Dalam sambutannya, Kapolda Jabar menegaskan bahwa perlindungan anak dari paparan paham ekstremisme bukanlah semata- mata tanggung jawab institusi kepolisian, melainkan panggilan bersama yang harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga dan sekolah. Kapolda menyoroti bahwa perkembangan teknologi informasi membawa dua sisi mata pisau; di satu sisi mempermudah akses belajar, namun di sisi lain rentan disusupi oleh propaganda intoleransi, kebencian, hingga ajakan kekerasan di ruang digital. Mengacu pada sejumlah kasus nyata yang melibatkan usia pelajar, beliau mengingatkan pentingnya deteksi dini, pengawasan aktivitas digital secara proporsional, serta membangun komunikasi yang terbuka antara anak, orang tua, dan para pendidik.

Lebih lanjut, Polda Jabar meluncurkan sejumlah langkah konkret melalui optimalisasi program Polisi Peduli Pendidikan, di mana personel kepolisian nantinya akan diterjunkan langsung sebagai pembina upacara di sekolah-sekolah setiap hari Senin. Program ini dirancang untuk memberikan edukasi berkelanjutan kepada para pelajar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat mengenai bahaya narkoba, perundungan, kenakalan remaja, serta wawasan kebangsaan. Langkah preventif ini juga didukung oleh kolaborasi lintas sektoral bersama Densus 88 AT dan dinas terkait, serta pemanfaatan sarana keagamaan dan peluncuran media edukasi interaktif guna membentengi mental dan karakter anak.

Selain isu ekstremisme, Kapolda Jabar turut memberikan atensi terhadap berbagai bentuk kejahatan modern dan sosial yang mengancam masa depan remaja, seperti penyalahgunaan obat keras ilegal, judi online, pinjaman online, hingga eksploitasi anak di ruang siber. Melalui pendekatan humanis, beliau berpesan agar para siswa senantiasa menerapkan tiga pilar utama dalam keseharian mereka, yakni bijak bermedia sosial, berani melapor kepada orang dewasa tepercaya ketika menghadapi tekanan atau perundungan, serta menjunjung tinggi sikap toleransi dan berpikir kritis dalam menyikapi perbedaan.

FGD yang diisi dengan pemaparan materi dari Satgaswil Densus 88 AT Polri, Dinas Pendidikan, dan Ditres PPA & PPO Polda Jabar ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi serta rencana tindak lanjut yang terukur. Melalui penguatan ketahanan keluarga, perwujudan sekolah yang aman dan nyaman, serta soliditas sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat, Polda Jabar optimis dapat melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta tangguh dalam menjaga keutuhan bangsa demi terwujudnya visi Jabar Aman.

Bandung, 30 Oktober 2026

Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar