Polres Takalar Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana, Pastikan Personel dan Peralatan SAR Siap Dikerahkan

TNI/Polri38 Dilihat

TAKALAR – Mengantisipasi potensi bencana alam di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem, Kepolisian Resor (Polres) Takalar menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan SAR dalam rangka Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2026, Kamis, 5 November 2026.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 08.00 Wita di Lapangan Apel Polres Takalar, Jalan H. Manjarungi Nomor 1, dipimpin langsung Kapolres Takalar AKBP Ginanjar Fitriadi, S.H., S.I.K., M.H. Apel tersebut melibatkan unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, serta sejumlah instansi terkait yang memiliki peran dalam penanganan bencana.

Sejumlah pejabat dan perwakilan instansi turut hadir, di antaranya Mayor Inf. Halik mewakili Dandim 1426/Takalar, Rahmat Hidayat, S.H. selaku Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Takalar, Kepala Pelaksana BPBD Takalar Arif Zainal, S.IP., serta perwakilan Dinas Perhubungan dan Unit Siaga SAR.

Selain itu, tampak hadir jajaran pejabat utama Polres Takalar, para kepala satuan, perwira, serta personel Polres Takalar. Kekuatan apel juga diperkuat oleh keterlibatan personel Kodim 1426/Takalar, Satpol PP, Dinas Perhubungan, pemadam kebakaran, Dinas Kesehatan, BPBD, dan SAR.

Dalam amanat Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H. yang dibacakan Kapolres Takalar, ditegaskan bahwa apel gelar pasukan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam.

Kesiapan itu mencakup personel, sarana dan prasarana, peralatan penyelamatan, hingga koordinasi lintas sektoral agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan tepat sasaran.

Kapolda juga mengingatkan bahwa Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Kondisi geografis yang beragam, mulai dari kawasan pegunungan, dataran rendah hingga wilayah pesisir, menyimpan potensi bencana berupa banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Data kebencanaan menunjukkan, sepanjang 2025 tercatat 270 kejadian bencana alam di Sulawesi Selatan, terdiri atas 158 tanah longsor, 80 banjir, dan 32 angin puting beliung.

Sementara itu, hingga November 2026, telah terjadi 129 kejadian bencana, meliputi 48 tanah longsor, 47 angin puting beliung, dan 34 banjir. Bahkan, jumlah kejadian angin puting beliung pada 2026 telah melampaui catatan sepanjang tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa upaya mitigasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Penanganan bencana harus dibangun melalui kolaborasi seluruh instansi, mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.

Dalam amanatnya, Kapolda menekankan enam langkah penting yang harus menjadi perhatian seluruh jajaran. Mulai dari pemetaan wilayah rawan bencana, peningkatan edukasi dan imbauan kepada masyarakat, kesiapan personel dan peralatan, penguatan koordinasi lintas sektoral, penyiapan posko bencana, hingga percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana.

Seluruh personel juga diminta memastikan kendaraan operasional, perahu karet, alat komunikasi, serta perlengkapan logistik berada dalam kondisi siap pakai dan dapat segera digerakkan ketika dibutuhkan.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan dan pengecekan sarana serta prasarana penanggulangan bencana, termasuk kendaraan operasional dan peralatan SAR. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh perlengkapan pendukung berada dalam kondisi optimal sehingga tidak menjadi kendala ketika diterjunkan ke lokasi bencana.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Takalar bersama seluruh unsur terkait menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesiapsiagaan dan membangun sinergi dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Kabupaten Takalar.

Pesan yang ditekankan dalam apel tersebut jelas: kesiapsiagaan tidak boleh menunggu bencana datang. Setiap personel harus siap, setiap peralatan harus berfungsi, dan setiap instansi harus bergerak dalam satu koordinasi demi melindungi keselamatan masyarakat.

Asw-19