Konferensi Paguyuban AA Ke-7 Jalin silaturahmi untuk Mempererat tali Persaudaraan.

Budaya15 Dilihat

BANDUNG //Reformasiaktual.com KIE-Paguyuban Asep Dunia (PAD) menggelar Konferensi Asep-Asep Sedunia ke-7 dengan mengusung tema “Asep Bersatu Indonesia Maju”. Kegiatan ini membawa semangat penguatan iman, gerakan sosial, pelestarian budaya, kemajuan ekonomi, serta peningkatan kualitas pendidikan.

Konferensi berlangsung di Gedung Kebudayaan, Jalan Naripan, Kota Bandung, Sabtu (7/11/2026), dan dihadiri para anggota Paguyuban Asep Dunia serta sejumlah tokoh.

Ketua Dewan Pembina PAD, Mayjen TNI (Purn.) Asep Kuswandi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Paguyuban Asep Dunia bukan sekadar wadah silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan dan menjaga eksistensi nama Asep sebagai bagian dari identitas budaya Sunda.

Menurutnya, nama Asep merupakan warisan leluhur yang harus dijaga agar tidak hilang tergerus arus globalisasi. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk tidak merasa malu menggunakan nama Asep, karena nama tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya.

Asep Kuswandi menambahkan, PAD tidak berorientasi pada kepentingan materi, melainkan mengedepankan kebersamaan dan kepedulian sosial. Hal itu diwujudkan melalui berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana banjir dan longsor.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Paguyuban Asep Dunia yang kembali memilih Kota Bandung sebagai tempat penyelenggaraan konferensi.

Ia menyebutkan, Bandung memiliki populasi warga bernama Asep yang sangat besar. Karena itu, keberadaan PAD diharapkan turut menjaga marwah budaya Sunda sekaligus memperkuat persaudaraan dan persatuan bangsa.

Farhan juga berpesan agar Paguyuban Asep Dunia terus menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur, mempererat kebersamaan, serta menjadi bagian dari upaya memajukan Indonesia.

Melalui konferensi ini, Paguyuban Asep Dunia diharapkan semakin solid dan mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam bidang sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, serta menjaga warisan identitas masyarakat Sunda.

Ditempat yang sama Ketua Pelaksana (OC) Konferensi Asep-Asep ke-6, Asep Sukendar, M.Pd., menegaskan pentingnya empat pilar dalam membangun organisasi Asep, yakni agama, sosial budaya, ekonomi, dan pendidikan.

Menurutnya, agama menjadi landasan moral dan karakter agar anggota dapat menjadi teladan. Sosial budaya menjadi penguat kepedulian dan pelestarian budaya.

Sementara itu, ekonomi dan teknologi harus terus dikembangkan agar anggota mampu bersaing mengikuti kemajuan zaman. Adapun pendidikan menjadi sarana mencerdaskan bangsa.

Ia berharap organisasi Asep tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan kemajuan Indonesia.

Ketua Panitia Pengurus OC KAA Ke-7, Asep Ruslan MS., S.Hut. mengatakan, Konferensi Asep-Asep ke-7 Paguyuban Asep Dunia akan diisi seminar kebangsaan dan kebudayaan dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Kebudayaan.

Dalam kegiatan tersebut, Paguyuban Asep Dunia juga memberikan penghargaan Honorary Causa Asep (HC Asep) kepada sejumlah tokoh atas dedikasi dan kontribusinya bagi bangsa, negara, serta pelestarian budaya Sunda. Salah satunya Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Selain itu, konferensi akan menghasilkan Deklarasi Bandung yang memuat tujuh poin penting, meliputi persatuan, hukum, kebudayaan, isu global, teknologi, dan ketahanan pangan.

Hasil deklarasi tersebut rencananya akan disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto sebagai bentuk kontribusi pemikiran para tokoh, budayawan, dan seniman untuk kemajuan Indonesia

( undang.s )