Cegah Longsor, BPBD OKU Timur Bangun TPT di Desa Sabah Lioh

Daerah149 Dilihat

Reformasiaktual.com//OKU Timur
Antisipasi terjadi lonsor , dampak air yang selalu menggerus tanah dipinggiran sungai komering, pada tahun 2025 pemerintah pusat melalui BPBD kabupaten OKU Timur merealisasikan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang +- 300 Meter di Desa Sabah lioh kecamatan Bunga Mayang Kabupaten OKU Timur provinsi Sumsel.

Pada awal sebelum dibangunnya TPT , tanah penduduk di bantaran sungai komering tersebut selalu di gerus air komering saat debit air naik dan tentunya sangat mengancam dan membahayakan rumah-rumah penduduk.

Dengan inisiatif , Pemerintah Desa Sabah Lioh yang di pimpin langsung kades Yusmanizar mengumpulkan masyarakat untuk mengajukan proposal ke pemerintah agar kiranya dapat di bangunkan TPT, dan akhirnya pembangunan TPT pada tahun 2025 terlaksana.

Sementara saat di komfirmasi wartawan Kades Sabah Lioh Yusmanizar terkait adanya pembangunan TPT tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat (BNPB) dan BPBD OKU Timur yang telah merialisasikan pembangunan TPT sepanjang 300 meter.

“Saya selaku kepala Desa atas nama masyarakat khususnya warga di sepanjang bangunan tersebut tentu mengucapkan terima -kasih yang tak terhingga, karena dengan adanya TPT tersebut pemukiman penduduk yang dulunya hampir jatuh kesungai saat ini bisa terselamatkan, ungkap kades

“Sebelum adanya bangunan TPT tersebut, tanah di pinggiran sungai selalu longsor, cetusnya.

“Menurut kades , apabila dalam pembangunannya di nilai ada kejanggalan ataupun masih kurang standar pembangunan, saya kira sampai saat ini bangunan tersebut aman-aman saja tidak ada kerusakan, meskipun kita tahu sendiri saat ini sering banjir dan lagi pula itu sudah di periksa oleh BPK (Badan Pengawas Keuangan) , Tukasnya.

Sementara di tempat terpisah Kepala BPBD OKU Timur Bambang Irawan, S.T melalui PPK Pelaksana Kegiatan Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) Iswandi mengatakan minggu 5/04/2026 , Bahwa pekerjaan tersebut sudah sesuai dalam pelaksanaanya.

“Semua telah sesuai dengan RAB dan bilamana jika masih ada yang di anggap kurang , semua sudah kita koordinasikan dengan pihak pelaksana (Kontraktor) untuk segera di perbaiki dan pihak rekana juga siap bertanggung jawab untuk memperbaiki apabila ada kekurangan, ungkapnya.

“Saat ini pekerjaan tersebut , juga masih dalam pemeriksaan pihak BPK , tegasnya .

Sementara di tempat terpisah pihak pelaksana(Kontraktor) menyampaikan, bahwa pihaknya mengakui adanya kerusakan di dua titik tempat, namun perlu di ketahui kerusakan tersebut , saat pekerjaan berlangsung posisi air sungai dalam keadaan banjir,
itu saat pekerjaan finising, ungkapnya.

“Setelah finising, begitu kita buka coran tersebut ada kerusakan sedikit namun itu kan masih dalam masa pemelihara dan tentunya akan kita perbaiki, ungkapnya.

“Intinya kita bangun TPT tersebut fungsi dan tujuannya untuk penahan banjir agar tanah di pinggiran bantaran sungai tidak tergerus air atau lonsor serta bertujuan untuk menyelamatkan rumah-rumah penduduk , namun bilamana dibalik itu semua ada kerusakan , itu karena faktor alam , kita juga tidak tahu, akan tetapi sejauh ini apa yang telah kita kerjakan semua telah berfungsi dengan baik, pungkasnya.Rilis Kris