Melalui Renungan Suci, Bupati Bogor dan Forkopimda Titipkan Semangat Juang untuk Generasi Bangsa

Daerah233 Dilihat

Reformasiaktual.com//BOGOR- Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor melaksanakan renungan suci di Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, pada Senin dini hari (17/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Renungan suci berlangsung dalam suasana khidmat dengan rangkaian penyalaan obor dan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran Forkopimda untuk mengenang kembali perjuangan dan pengorbanan para pahlawan sekaligus merefleksikan tanggung jawab generasi saat ini dalam mengisi kemerdekaan.

Danlanud ATS Marsekal Pertama TNI A. F. Picaulima, mengungkapkan, renungan suci bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia hari ini lahir dari perjuangan yang panjang, pengorbanan, darah, dan air mata para pahlawan.

“Bangsa kita sudah merdeka dan tentu saja kita harus menghargai mereka yang telah berjuang berdarah-darah sehingga hari ini kita bisa hadir dengan kondisi yang lebih baik daripada masa-masa sebelumnya,” ungkapnya.

Menurutnya, semangat perjuangan tersebut harus terus diterjemahkan melalui berbagai kegiatan yang mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Rangkaian penyalaan obor dalam renungan suci juga memiliki makna tersendiri. Selain menambah kekhusyukan, obor menjadi simbol untuk mengajak seluruh peserta menyelami kembali suasana perjuangan pada masa lalu, ketika para pahlawan berjuang dalam keterbatasan.

“Menyalakan obor itu supaya kita semakin dapat menyelami bagaimana rasanya dalam berjuang dulu, sehingga kita di sini dapat memaknai lebih dalam lagi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan perjuangan yang dilakukan secara kolektif.

“Kita harus semakin kuat secara bersama-sama. Kita harus tingkatkan nilai kebangsaan, semakin gotong royong, karena hidup tidak semakin baik-baik saja. Kita harus berjuang lebih baik secara bersama-sama, tidak bisa sendiri-sendiri,” tegasnya.

( Dauri)