Milangkala ke-9 Cepot Motah Indonesia, Gelar Budaya Nusantara Gaungkan kota Bandung lewat tommy subagja

Lembaga35 Dilihat

BANDUNG, .Reformasiaktual. com — Gedung Kesenian Jalan Naripan, Kota Bandung, dipenuhi kemeriahan dan semangat pelestarian budaya pada Minggu, 16 Agustus 2026. Perayaan Milangkala ke-9 DPP Paguyuban Cepot Motah Indonesia sekaligus Gelar Budaya Nusantara berlangsung meriah dengan menghadirkan berbagai unsur masyarakat, seniman, budayawan, komunitas, serta tokoh masyarakat.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Wali Kota Bandung H. Erwin SE,M.Pd. Ketua Umum DPP Paguyuban Cepot Motah Indonesia Tomy Subagja, Ketua Umum BBC Komunitas H. Bagus Machdiantoro, serta para pelaku seni dan budaya dari berbagai komunitas.

Sembilan Tahun Menjaga Warisan Budaya
Ketua Umum DPP Paguyuban Cepot Motah Indonesia, Tomy Subagja, mengatakan bahwa perjalanan sembilan tahun Cepot Motah bukan sekadar momentum perayaan hari jadi, tetapi menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat komitmen dalam menjaga dan melestarikan budaya Nusantara.

“Milangkala ke-9 ini menjadi momen penting bagi kami untuk semakin kompak dan semakin peduli terhadap pelestarian budaya,” ujar Tomy Subagja saat jumpa pers.

Menurutnya, Gelar Budaya Nusantara digelar sebagai bagian dari upaya agar kesenian dan tradisi daerah tetap hidup, berkembang, serta mampu dikenal oleh generasi muda.

“Budaya bukan hanya pertunjukan untuk ditonton. Budaya adalah identitas dan jati diri bangsa yang wajib kita rawat bersama,” tegasnya.

Generasi Muda Harus Terlibat
Tomy Subagja juga memberikan perhatian khusus kepada generasi milenial dan Gen Z. Ia berharap anak-anak muda tidak hanya menjadi penonton perkembangan budaya, tetapi ikut mengambil bagian dalam pelestariannya.
“Generasi muda harus menjadi bagian penting. Jangan sampai warisan leluhur kita justru semakin jauh dari penerusnya. Kita harus mengenal, mencintai, kemudian menjaga dan mengembangkannya,” katanya.

Ia mengajak generasi muda untuk berani berkarya dan menjadikan budaya Nusantara sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Jangan hanya menjadi penonton. Mari ikut berkarya dan melestarikan budaya sendiri agar tidak kalah dengan tren budaya dari luar,” tambahnya.

Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Komunitas
Lebih lanjut, Tomy Subagja mengajak pemerintah, komunitas, seniman, budayawan, serta seluruh elemen masyarakat untuk membangun kolaborasi dalam menjaga keberlangsungan budaya Nusantara.

Ia berharap kegiatan kebudayaan tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi seniman dan generasi muda.

“Kami berharap kegiatan budaya tidak berhenti di seremoni saja, tetapi menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat dan membuka ruang seluas-luasnya bagi seniman serta anak muda untuk berkarya,” ujarnya.
Kepada seluruh anggota Cepot Motah, Tomy Subagja berpesan agar terus menjaga soliditas, memperkuat semangat gotong royong, dan menjadikan organisasi sebagai wadah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kesenian Nusantara Meriahkan Panggung
Kemeriahan semakin terasa ketika panggung diisi berbagai pertunjukan kesenian daerah Nusantara. Penampilan tari, musik, dan beragam atraksi budaya berhasil menghibur para tamu undangan danthn masyarakat yang hadir.

Antusiasme penonton terlihat dari riuhnya tepuk tangan sepanjang pertunjukan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar DPP Paguyuban Cepot Motah Indonesia semakin solid, maju, serta terus menjadi bagian penting dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan Nusantara.

( undang.s ) Red : Reformasiaktual. com