Kemarau Panjang, Warga Desa Jati Mekar, Gelar Salat Istisqa Minta Hujan

Rohani/Agama28 Dilihat

Reformasibirokrasi.com//Bandung Barat-
Cipeundeuy – Ratusan warga bersama unsur Pemerintah Desa Jati Mekar menggelar sholat Istisqa dan doa bersama di Lapangan Sepak Bola, Desa Jati Mekar, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, (18/9/2026) siang.

Dampak musim kemarau panjang memicu krisis air bersih, tanaman mati, hingga musibah kebakaran lahan perkebunan di wilayah Kecamatan Cipeundeuy, Bandung Barat,

Ratusan warga masyarakat Desa Jati Mekar, Kecamatan Cipeundeuy, bersama unsur Pemdes Jati Mekar menggelar shalat Istisqa di Lapangan Sepak Bola Desa Jati Mekar untuk memohon hujan.

Kekeringan akibat musim kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kesulitan mendapatkan air bersih, tanaman mengering hingga ancaman kebakaran lahan menjadi dampak yang dirasakan warga.

Di tengah kondisi tersebut, ratusan warga bersama unsur Pemerintah Desa Jati Mekar menggelar sholat Istisqa dan doa bersama

Sholat Istisqa digelar sebagai ikhtiar melalui pendekatan religius untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan kekeringan yang melanda wilayah tersebut berakhir.

Kepala Desa Jati Mekar H.Dono Sumpena mengatakan, kegiatan sholat Istisqa ini melibatkan masyarakat dan sejumlah unsur terkait.

“Kami sudah berikhtiar bagaimana caranya supaya keluhan masyarakat bisa teratasi. Secara fisik, kami menyalurkan bantuan air bersih.

Menurutnya, selain penanganan secara fisik melalui distribusi air bersih, pemerintah bersama stakeholder mengambil langkah lain melalui pendekatan keagamaan dengan melaksanakan sholat Istisqa.

“Sholat Istisqa ini kami laksanakan sebagai jalan lain dengan pendekatan religius. Mudah-mudahan doa kita dikabulkan oleh Allah SWT dan hujan segera turun,” terang H.Dono Sumpena Kepala Desa Jati Mekar

H.Dono Sumpena menyampaikan, kemarau panjang sudah memberikan dampak cukup besar terhadap kehidupan masyarakat di Desa Jati Mekar, Kecamatan Cipeundeuy, Bandung Barat Sejumlah warga mulai mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya

Kepala Desa Jati Mekar H.Dono Sumpena menambahkan kondisi kekeringan pun menyebabkan sejumlah tanaman mati, beberapa titik mata air, termasuk aliran sungai, mengalami penurunan debit bahkan mengering, tak hanya persoalan air bersih, kondisi lahan dan tanaman yang mengering turut meningkatkan risiko kebakaran.

“Warga di wilayah Desa Cipeundeuy sudah merasakan dampak dari lamanya musim kemarau, tentu berdampak sekali terhadap masyarakat, terutama di beberapa dusun yang sudah merasakan sulitnya mendapatkan air bersih,” tambahnya.

H.Dono Sumpena berharap, ikhtiar ini dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi jalan turunnya hujan,” harapnya

Journalist A2n***RA