Mengenal Bagong Mogok, Komunitas Sosial yang Nekat Bantu Orang Susah di Sukabumi

Lembaga84 Dilihat

Reformasiaktual.com//Kabupaten Sukabumi- Di Kabupaten Sukabumi kini muncul komunitas sosial yang benar-benar tulus membantu masyarakat yang membutuhkan dan terkena musibah. Komunitas tersebut bernama Bagong Mogok.

Masyarakat Sukabumi mungkin belum mengenal lebih jauh komunitas ini. Awak media berhasil mewawancarai Ketua Umum Komunitas Bagong Mogok AKBP Purn. H. Hilman Muslim usai acara peresmian dan serah terima kunci rumah layak huni serta bantuan sembako di Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kamis (08/10/2027).

Komunitas Bagong Mogok (BM) adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang berfokus pada aksi kepedulian. Lahir di Cianjur sejak tahun 2015, pendirinya adalah tokoh-tokoh Polri yakni Irjen Pol. H. Asep Guntur Rahayu dan Irjen Pol. Prof. Dr. H. Herry Heryawan, dengan Ketua Umum AKBP Purn. H. Hilman Muslim.

Kegiatan sosial yang dilakukan meliputi bantuan fisik dan hunian seperti renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu), pembangunan jembatan, sarana ibadah, dan rumah tahfiz. Serta bantuan langsung seperti pembagian sembako, santunan anak yatim, pemasangan penerangan jalan, dan bakti sosial di pondok pesantren.

Kenapa Namanya Bagong Mogok.

Ketua Umum Hilman Muslim menjelaskan, nama yang terdengar nyeleneh itu justru punya filosofi dalam.

“Jadi komunitas Bagong Mogok ini berdiri sejak 2015 di Cianjur. Awalnya memang kalau kita mendengar namanya sedikit menggelitik, enggak lumrah. Bagong Mogok kok boleh dijadikan satu kelompok komunitas,” ujarnya membuka cerita.

“Bagong Mogok ini satu komunitas perkumpulan sosial, kegiatan kita pyur sosial, kita membantu yang membutuhkan, kita ikut membantu orang susah. Kita tidak berafiliasi dengan politik dan lain sebagainya. Pyur kita kegiatan sosial,” tegasnya.

Menurutnya, istilah Bagong Mogok adalah analogi dari Babi Hutan yang sedang diburu dan terpepet tidak ada jalan lain. Dalam kondisi itu, bagong akan nekat menerjang apapun di depannya tanpa takut.

“Nah, semangat inilah yang ingin kita ambil, artinya semangat nekatnya inilah yang ingin kita ambil. Kita punya slogan “Satekah polah ngabela nu susah ” yang artinya berusaha semampu tenaga untuk membela atau membantu orang yang kesusahan. Jadi kita nekat dalam membantu orang yang susah,” jelasnya.

Bahkan pemilihan simbol bagong yang dianggap binatang najis pun punya makna kerendahan hati.

“Kita tidak usah alergi terhadap paham seperti itu. Karena apa? Kita ini manusia pada dasarnya bukan orang baik-baik. Saya bukan orang baik-baik. Kita hanya kebetulan saat ini aib kita belum dibukakan Tuhan. Kalau aib kita sudah dibuka Tuhan, kita lebih dina, lebih najis dari bagong itu. Jadi kita ini bukan orang baik-baik, tapi kita hanya orang yang sedang mencoba berbuat kebaikan,” tuturnya.

Asep