Dalam Rangka HUT Ke-18 Pemkab Pesawaran Dan Dinkes Gelar Layanan Kesehatan Gratis & Khitan Massal

Daerah517 Dilihat



‎Pesawaran//reformasiaktual.com – Dalam semaraknya memperingati hari jadi Kabupaten Pesawaran yang ke-18, Pemkab Pesawaran bersama Dinkes  laksanakan kegiatan secara serentak. Layanan kesehatan gratis kepada masyarakat berlangsung di Puskesmas Bernung, di hadiri ibu Susan Hestina, SKM
‎Selaku kepala Puskesmas dan di saksikan dari dinkes  Kabid Yankes Aufa Abendanon, SKM,MM.di antara nya pemeriksaan IVA & Sadanis, Triple Eliminasi, Pelayanan KB dan Pemeriksaan Kesehatan dan Khitanan massal gratis di 15 Puskesmas Se-Kabupaten Pesawaran, Kamis 17/07/2025.

‎pelaksanaan serentak di 15 puskesmas se Kabupaten Pesawaran, diantaranya Puskesmas Bernung kecamatan Gedong tataan, yang melaksanakan sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan.
‎Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemkab dan dinas kesehatan Pesawaran,  dan bertujuan memfasilitasi kesehatan tanpa biaya kepada masyarakat umum. Salah satu bentuk rasa tanggung jawab dan perduli terhadap kesehatan masyarakat, acara tersebut disambut dengan hangat dan rasa antusias yang tinggi dari masyarakat setempat.

‎Dalam acara itu dikatakan oleh ibu Susan Hestiana, SKM, selaku kepala puskesmas Bernung “Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar secara mudah dan tanpa biaya.tuturnya

‎“Alhamdulillah, warga cukup antusias mengikuti kegiatan ini. Dan ibu-ibu hamil juga semangat memeriksakan kondisi kehamilannya. Kemudian sudah ada beberapa warga desa yang mendaftarkan khitanan massal anaknya,  4 orang desa bernung, 1 desa negeri sakti, 1 desa Sungai Langka, Ini membuktikan bahwa layanan kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.

‎Sementara itu, Dinkes Pesawaran menyediakan 10 tenda layanan kesehatan.
‎Tenda-tenda tersebut menawarkan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan umum, screening mata dan TB (tuberkulosis), hingga tenda pengobatan langsung dan konsultasi gizi.

‎“Di sana juga ada layanan konsultasi kesehatan jiwa, edukasi gizi, dan penyuluhan keamanan pangan untuk pelaku usaha makanan,” tambah Susan.

‎Selain itu, warga yang memiliki usaha pangan rumah tangga juga dapat mengakses layanan untuk mendapatkan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) serta pelatihan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

‎“Dengan adanya layanan ini, kami berharap tidak hanya kesehatan warga yang meningkat, tetapi juga kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih serta mengatur pola makan yang baik,” jelasnya

‎Dinkes Pesawaran menegaskan, “bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas hidup yang lebih baik. Ungkap Aupa

‎( Zul-RA )