Pelayanan Publik di Desa Sumberjaya Dinilai Buruk, Warga Kecewa

Daerah517 Dilihat

Karawang – ReformasiAktual.com-
Sejumlah warga Desa Sumberjaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, mengeluhkan buruknya pelayanan publik di kantor desa. Pelayanan yang diberikan aparatur desa dinilai tidak sesuai harapan, bahkan kerap menyulitkan masyarakat yang membutuhkan administrasi kependudukan.

Keluhan muncul karena kantor desa sering tutup sebelum jam kerja berakhir. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan pengalamannya saat hendak memperbarui Kartu Keluarga (KK).

“Saya datang sekitar pukul 10.45, tapi kantor desa sudah digembok. Bukan sekali, tapi dua kali saya alami hal ini, baik pada 27 Agustus maupun 9 September 2025,” ungkapnya.

Keluhan serupa juga datang dari warga lain yang sering dipingpong dengan alasan perangkat desa tidak berada di tempat. Bahkan, menurut mereka, kantor desa kadang sudah tutup pada pukul 11.00 siang.

“Kami butuh mengurus surat penting, tapi kantor sudah tutup. Rasanya dipersulit, bukan dilayani,” ujar seorang warga.

Selain jam layanan yang tidak konsisten, warga juga menyoroti sikap sebagian aparatur desa yang dinilai kurang ramah. Bahkan, ada kesan pelayanan tidak adil karena lebih memprioritaskan warga yang memiliki kedekatan dengan perangkat desa.

“Kalau ada orang dekat perangkat desa, justru cepat dilayani. Kami yang lain disuruh bolak-balik tanpa alasan jelas,” keluh warga lainnya.

Buruknya pelayanan publik ini menimbulkan kekecewaan warga dan membuat sebagian masyarakat mempertanyakan kinerja kepala desa serta jajaran perangkatnya. Mereka berharap adanya perbaikan serius agar fungsi kantor desa benar-benar menjadi tempat pelayanan masyarakat, bukan sekadar formalitas.

“Pelayanan publik seharusnya mengutamakan kepentingan masyarakat. Kalau seperti ini terus, sama saja menghambat hak warga,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Sumberjaya, terutama Kepala Desa Sumberjaya, belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warganya.

(JA Tim RA)