Kemendes Bersama Bank Dunia Kunjungi Desa Kertawangi Dorong Berketahanan Iklim

Daerah72 Dilihat

Reformasiaktual.com //Bandung Barat//
Cisarua – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Bank Dunia berkomitmen untuk mewujudkan desa-desa yang berketahanan iklim. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Loka Karya ‘Global Knowledge Sharing Workshop’ yang diikuti perwakilan dari berbagai negara.

Mendes PDT, Yandri Susanto yang diwakili oleh Taufik Hidayat menyebut, desa berketahanan iklim menjadi kunci untuk memastikan produksi berbagai komoditas desa tetap berjalan.

Menurutnya, perekonomian nasional masih ditopang oleh produktivitas desa-desa yang berketahanan iklim, untuk memenuhi kebutuhan pangan kota-kota besar.

” Sangat penting, karena ternyata desa-desa itu menjadi kata kunci bagaimana berketahanan iklim itu bisa kita lakukan secara berkelanjutan.

Taufik berharap dengan Loka Karya bersama Bank Dunia dapat memberikan literasi konstruktif untuk membangun desa-desa berketahanan iklim. Menurutnya, penting mengantisipasi perubahan iklim yang dapat mempengaruhi produksi berbagai hasil komoditas desa-desa, khususnya menghadapi bencana.

“Memastikan desa-desa itu paham, mau dan sebagai pelaku utama dalam mengawal terhadap, menghadapi perubahan iklim. Bilamana iklim berdampak, yang merasakan dampak itu desa, ribuan desa / kelurahan terdampak di Jawa Barat.

Perwakilan Mendes Taufik menekankan, ketahanan desa merupakan tanggung jawab bersama yang butuh dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Dunia. Dimana 75 ribu lebih desa-desa di seluruh Indonesia membutuhkan literasi dan dukungan materi untuk mewujudkan desa berketahanan iklim.

“Bahkan desa banyak yang hilang, semua pihak harus bersama-sama termasuk dari desanya, perangkat desa, warganya. Melalui kesempatan dengan Bank Dunia, memastikan literasi dan kemauan untuk mengatakan bahwa iklim adalah tanggung jawab kita bersama,” Pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas DPMD (Dinas Permasyarakatan dan Desa) Dudi Supriadi mendukung upaya Kemendes untuk mewujudkan desa berketahanan iklim. Ia menilai perlu upaya kesiap siagaan desa-desa dalam menghadapi potensi bencana alam dan perubahan iklim di masa mendatang.

“Proyeksi BMKG yang tadinya 10 tahun makin lama makin cepat, hingga empat tahun, La Nina juga begitu. Jadi kemungkinan cuaca ekstrim seperti bencana yang sedang kita alami sekarang ini, itu juga akan makin sering terjadi,” terang Dudi

Dudi berterima kasih kepada semua pihak stakholder juga masyarakat yang bergotong royong ikut serta menjaga kelestarian alam demi untuk masyarakat kedepan, Dudi menggaris bawahi upaya ketahanan bagi desa sangat penting untuk dapat bertahan di kondisi paling buruk sekalipun. Menurutnya, puluhan ribu lebih desa harus memiliki ketahanan yang setidaknya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri di tengah tantangan iklim.

“Resilience tidak saja memitigasi, tapi adaptasi, bahkan sampai mencapai tingkat ketahanan yang harus lebih kuat pada masa depan. Kita laksanakan bersama-sama, kolaborasi menjadi kunci, dan kami juga benar-benar sebetulnya sangat siap membantu teman-teman di Kementerian Desa,” Pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kertawangi, Yanto bin Surya, (Steve Ewon) mengungkapkan bahwa tantangan dalam pembangunan desa selalu ada, namun sangat bergantung pada cara menyikapinya.

“Dalam pembangunan desa, tantangan itu pasti ada. Namun bagi kami, tantangan terbesar adalah bagaimana menjaga konsistensi dan keberlanjutan program yang sudah berjalan,”terangnya

Menurutnya, kunci keberhasilan pembangunan desa terletak pada kemampuan pemerintah desa dalam mengimplementasikan kebijakan secara kolaboratif, melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Kami terus berupaya mengajak, mensosialisasikan, dan mengolaborasikan berbagai pihak. Program yang ada harus dipertahankan, ditingkatkan, dan disempurnakan, sekaligus menanamkan mindset kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Kunjungan perwakilan dari kemendes dan beberapa negara tersebut, Yanto juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung pembangunan Desa Kertawangi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendes PDTT, World Bank, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, serta para peserta internasional. Kehadiran ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan desa,”ujarnya

Lebih lanjut Yanto Bin Surya atau kerap disapa Steve Ewon mengatakan, kegiatan bukan hanya kunjungan saja juga dilaksanakan penanaman pohon dibeberapa lokasi untuk penghijauan biasa, melainkan aksi nyata yang berlandaskan kesadaran akan peran vital Pemerintah Desa Kertawangi.

Yanto juga menyebut sebagai desa penyangga sumber air bagi tiga wilayah yaitu Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat, setiap jengkal tanah dan akar pohon di sini memiliki fungsi strategis dan sangat penting.

“Penanaman ini bertujuan untuk memperkuat daya resap air tanah, mencegah erosi dan tanah longsor, menyuplai oksigen, serta menjaga keanekaragaman hayati untuk generasi mendatang,” pungkas Yanto Bin Surya juga sebagai pegiat peran Aktivis lingkungan.

Jurnalis A2n***RA