Reformasiaktual.com//JAKARTA-Terjalin kolaborasi strategis antara Diaspora Muda Jawa Barat yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri, Fathiyakan Abdullah, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Luar Negeri Partai Gerindra, dengan Ketua Umum DPD Partai Gerindra Jawa Barat, H. Amir Mahpud. Pertemuan ini menjadi bagian dari silaturahim sekaligus dialog strategis mengenai peran diaspora muda dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Jawa Barat.
Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, H. Amir Mahpud, menyambut baik silaturahim tersebut dan menegaskan pentingnya peran diaspora sebagai jembatan global bagi pemuda-pemudi Jawa Barat, khususnya dalam membuka akses pendidikan dan peluang kerja di luar negeri. Upaya ini dinilai strategis untuk mendorong peningkatan taraf kehidupan masyarakat Jawa Barat secara berkelanjutan.
Dalam arahannya, H. Amir Mahpud menekankan pentingnya etika, loyalitas, serta kejelasan posisi dalam berorganisasi dan berpolitik. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi harus dibangun atas dasar saling menghormati, disiplin struktural, serta pemahaman yang utuh terhadap batas dan peran masing-masing pihak di dalam organisasi.
Beliau juga menegaskan bahwa dirinya tidak menginginkan adanya persepsi ancaman ataupun rivalitas internal dalam tubuh organisasi. Menurutnya, kerja kolektif hanya dapat berjalan efektif apabila setiap individu memahami posisinya, menghormati struktur, serta tidak saling melangkahi dalam menjalankan peran dan tanggung jawab.
Selain itu, H. Amir Mahpud memberikan penekanan khusus mengenai etika personal dan keluarga. Urusan keluarga, menurutnya, merupakan wilayah privat yang harus dihormati sepenuhnya dan tidak boleh dicampuradukkan dengan urusan organisasi maupun politik.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan pentingnya kecerdasan politik dalam membaca realitas kekuasaan dan sosial. Sikap terhadap penguasa, dunia usaha, maupun dinamika sosial harus dilandasi kebijaksanaan dan kehati-hatian, bukan konfrontasi yang tidak perlu.
Dalam konteks perjuangan, H. Amir Mahpud menegaskan agar langkah-langkah politik tidak didorong oleh ambisi jabatan, khususnya pada wilayah-wilayah yang rawan konflik kepentingan. Sebaliknya, setiap gerak harus menjunjung nilai-nilai yang bersih, aman, dan bertanggung jawab.
Sebagai bentuk kepercayaan dan penugasan, H. Amir Mahpud menyampaikan arahan agar Fathiyakan Abdullah, sepulangnya dari Turkiye, segera melaporkan diri secara langsung untuk membahas langkah lanjutan kerja sama. guna memperkuat peran strategis diaspora muda dalam agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menutup arahannya, H. Amir Mahpud menegaskan bahwa dalam perjuangan politik dan pengabdian tidak boleh ada posisi abu-abu. Kejelasan sikap dan keberpihakan pada garis perjuangan yang diyakini menjadi syarat utama untuk menjaga integritas, konsistensi, dan efektivitas gerakan.
Langkah kolaboratif ini dinilai sejalan dengan cita-cita Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang terus mendorong penguatan sumber daya manusia, kemandirian, serta daya saing global generasi muda Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Fathiyakan Abdullah menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan amanah yang diberikan.
“Sebagai Diaspora Muda Jawa Barat, saya siap melaksanakan tugas dan arahan dari Bapak H. Amir Mahpud untuk berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pemuda-pemudi Jawa Barat,” ujar Fathiyakan.
Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan dirumuskan langkah-langkah konkret sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut agar kolaborasi ini berjalan secara terstruktur dan berdampak nyata.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari sinergi yang lebih luas antara diaspora, pemuda daerah, dan pemangku kebijakan dalam membangun ekosistem sumber daya manusia Jawa Barat yang berdaya saing internasional.
Dharma eka yudiawan












