Reformasiaktual com//Bandung Barat
Cisarua – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono di dampingi anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Ida Widaningsih turun langsung ke lokasi bencana longsor di Kampung Pasir Kuning – Pasir kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, mengatakan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat l terdampak bencana longsor yang terjadi di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Di tengah duka akibat bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, kehadiran para relawan menjadi penopang harapan bagi warga terdampak. Sejak hari pertama bencana hingga berakhirnya masa tanggap darurat, Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Jawa Barat menunjukkan komitmen nyata dalam kerja-kerja kemanusiaan.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono di dampingi anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, menegaskan bahwa keterlibatan Baguna bukan sekadar mendirikan posko bantuan, melainkan menjadi bagian dari gerakan gotong royong lintas sektor untuk memastikan para korban tidak merasa sendiri menghadapi musibah.
“Sejak 24 Januari hingga Jumat, 6 Februari, Baguna PDI Perjuangan Jawa Barat bersama Baguna Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung terjun langsung saling membantu. Di bawah koordinasi Kang Ayi Ketua Baguna Jawa Barat, para relawan bersinergi dengan Pemerintah Daerah, Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, serta relawan lainnya,” ujar Ono Surono.
Ia menambahkan, kehadiran Baguna sejak awal hingga akhir masa tanggap darurat merupakan wujud ikhtiar bersama dalam membantu para korban.
“Alhamdulillah, Baguna bisa hadir dari awal hingga akhir masa tanggap darurat. Kita bersama-sama berikhtiar, mulai dari proses pencarian korban, evakuasi, hingga pendampingan bagi keluarga yang harus mengungsi,” katanya.
Bagi PDI Perjuangan, kehadiran di lokasi bencana merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan politik untuk senantiasa berada di tengah rakyat. Ono Surono menegaskan, kerja-kerja kemanusiaan tidak berhenti ketika posko ditutup.
Memasuki masa transisi pemulihan, PDI Perjuangan memastikan tetap mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Melalui keberadaan wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bandung Barat dan DPRD Provinsi Jawa Barat, partai berlambang banteng tersebut berkomitmen memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Warga yang kehilangan rumah harus mendapatkan rumah kembali. Warga yang kehilangan mata pencaharian harus memperoleh sumber penghidupan kembali. Ini bukan sekadar janji, melainkan tanggung jawab yang akan terus kami kawal,” tegasnya.
Selama masa tanggap darurat, Posko Baguna tidak hanya menjadi pusat distribusi bantuan logistik seperti makanan, selimut, dan matras, tetapi juga menghadirkan layanan pendukung, salah satunya fasilitas laundry bagi para pengungsi. Selain itu, ambulans Baguna turut difungsikan untuk proses evakuasi korban hingga pengangkutan jenazah.
Ono Surono pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan Baguna serta para donatur yang telah menyalurkan bantuan melalui posko bencana.
“Sebagai bentuk penghargaan, DPD PDI Perjuangan Jawa Barat akan memberikan sertifikat apresiasi kepada seluruh jajaran Baguna yang telah bertugas,” ujarnya.
Menurut Ono, pengalaman penanganan bencana di Pasirlangu menjadi pelajaran penting untuk terus meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan relawan.
“Ke depan, Baguna PDI Perjuangan Jawa Barat akan memperkuat kolaborasi dengan BNPB, BPBD, Tagana, serta unsur terkait lainnya guna mengasah keterampilan dan kesiapsiagaan relawan,” tambahnya.
Meski posko resmi telah ditutup, pemantauan terhadap kondisi warga terdampak tetap dilakukan oleh Baguna di tingkat Kabupaten Bandung Barat. Ono Surono menegaskan, apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, Baguna PDI Perjuangan Jawa Barat siap kembali turun ke lapangan, selama rakyat membutuhkan.
Journalist A2n**RAcev







