ReformasiAktual.com//
Tasikmalaya — Awak media Reformasi Aktual sekaligus pemerhati kinerja aparatur negara, Dharma Eka Yudiawan, S.Pd., yang akrab disapa A’ Udhey, menegaskan komitmennya terhadap integritas profesi jurnalis dalam sebuah pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026, di aula salah satu hotel di Tasikmalaya.
Di hadapan sejumlah rekan seprofesi, Dharma menyampaikan pesan yang bukan sekadar formalitas, melainkan peringatan keras bagi siapa pun yang masih bermain-main dengan marwah jurnalistik.
“Integritas itu harga mati. Tidak bisa ditawar, tidak bisa dinegosiasikan,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, ia mengapresiasi para jurnalis yang tetap berdiri tegak menjaga etika dan profesionalisme.
Namun apresiasi itu dibarengi dengan penekanan serius agar tidak ada lagi kompromi terhadap kepentingan pribadi, titipan pihak tertentu, maupun tekanan kekuasaan.
Menurutnya, wartawan bukan alat kekuasaan, bukan pengeras suara pesanan, dan bukan pula pemburu sensasi murahan.
Wartawan adalah pilar demokrasi. Jika pilar itu retak karena integritas yang goyah, maka runtuhlah kepercayaan publik.
Dharma juga menyoroti pentingnya soliditas di tengah derasnya arus informasi yang kerap menyesatkan.
“Kita harus kompak. Jangan mudah diadu domba. Jangan mudah dibeli. Jangan mudah dibungkam,” ujarnya dengan nada serius.
Tema yang diusung dalam pertemuan tersebut, “Langkah Kecil Jurnalis Menuju Integritas yang Konkret,” bukan dimaknai sebagai langkah ragu-ragu.
Sebaliknya, ia menegaskan bahwa langkah kecil yang dimaksud adalah konsistensi, disiplin, dan keberanian dalam menyampaikan kebenaran.
Keberhasilan seorang jurnalis, lanjutnya, bukan diukur dari kedekatan dengan pejabat, melainkan dari keberanian menyuarakan fakta dan kepentingan publik.
Menutup diskusi, Dharma menyampaikan pernyataan yang menjadi sorotan:
“Kalau tidak siap menjaga integritas, lebih baik mundur. Profesi ini bukan tempat untuk yang setengah hati.”
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa integritas bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Langkah kecil hari ini, jika dijalankan dengan konsisten, bisa menjadi awal perubahan besar dalam dunia jurnalistik.
Tim RA Tasikmalaya







