

BANTAENG //reformasiaktual.com- Pertandingan Sepak Takraw dalam rangka Festival Remaja Mesjid tingkat Kabupaten Bantaeng tahun 2026 antar DPK BKPRMI dan Remaja Mesjid se kabupaten Bantaeng di duga amburadul dan mencoreng nama BKPRMI khususnya di kabupaten Bantaeng. Hampir setiap Lomba dan pertandingan di nilai tidak Transparan terkait dengan dana kegiatan yang di kelola oleh pihak pelaksana kegiatan, karena ada beberapa kegiatan pertandingan sama sekali tidak ada uang pembinaan. padahal Pamflet yang di bagikan pertama tercantum jelas ada uang pembinaan, berselang beberapa hari daftar di pamflet tersebut di rubah dan di hilangkan uang pembinaan yang ada dalam pamflet sebelumya, maka kecurigaan semua peserta kegiatan mulai dan mempertanyakan langsung ke panitia. namun tidak ada respon yang jelas sampai lomba dan pertandingan di mulai.
Kegiatan pertandingan Sepak Takraw – Volly dan Futsal di mulai pada 10/02/2026 yang bertempat di lapangan Spor center Pantai Seruni kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng. Yang sangat di sayangkan semua peserta yang mendapatkan juara mulai dari juara satu (I) sampai juara tiga (III) dan (IV) tidak ada yang mendapatkan uang pembinaan sama sekali, maka dari itu kegiatan ini patut di pertanyakan ada apa, sedangkan ini kegiatan di ikuti masing-masing dua tim perwakilan di setiap kecamatan se kabupaten Bantaeng yang terdiri dari delapan (8) kecamatan.
Khusus di pertandingan Sepak Takraw yang keluar sebagai juara I adalah kecamatan Pa’jukukang, Juara II kecamatan Uluere sedangkan juara III – IV kecamatan Pa’jukukang dan Kecamatan Sinoa. Kegiatan Sepak Takraw berlangsung selama 4 hari. dengan adanya seperti ini kegiatan yang di laksanakan oleh antar DPK BKPRMI kabupaten Bantaeng di nilai bobrok dan menuai sorotan mulai dari pemain sampai masyarakat pencinta bola bocor di Bantaeng.
kegiatan seperti ini mematahkan semangat para generasi kedepan khususnya di kabupaten Bantaeng. karena di nilai pelaksana kegiatan di duga hanya mencari cari nama bagi pemerintah daerah, tapi tidak memikirkan para atlet yang sengaja meluangkan waktunya bahkan ada juga yang meninggalkan pekerjaan nya demi kegiatan tersebut dengan harapan dan semangat yang begitu besar, tetapi faktanya nol. Padahal kegiatan tersebut di buka langsung oleh Bupati Bantaeng dan di hadiri oleh beberapa OPD lainya. di tambah lagi pihak pelaksana mencantumkan di pamflet piala bergilir Bupati, tetapi biar uang pembinanya tidak ada sama sekali, maka dari itu patut di pertanyakan anggaran kegiatannya.
Dengan adanya kejanggalan dalam kegiatan tersebut yang menuai sorotan mulai di sosial media, Wartawan media reformasiaktual.com mencoba mengkonfirmasi kepada para peserta juara guna memastikan apa yang menjadi perbincangan oleh para pemain takraw. Ternyata salah satu juara yang meminta dirinya tidak di sebutkan membenarkan betul adanya seperti itu. kasian kami pak sudah buang buang waktu ikut serta dalam pertandingan itu tapi apa yang di dapatkan cuman trophy kecil dan piagam penghargaan pak. padahal awalnya saya liat di pamflet ada uang pembinaan tapi tiba tiba di hilangkan. dan lucunya lagi pak saat kami pertanyakan ke salah satu panitia kegiatan khusus nya di sepak takraw dia mengatakan tiba tiba ada efesiensi anggaran jadi Pak Prabowo menarik itu dana kembali untuk memasukkan di MBG. itu melalui chat via WhatsApp. maka dari itu kami selaku peserta Tamba curiga ko dana sekecil ini yang di laksanakan di kabupaten bisa juga di masukkan di MBG, dan lucunya lagi di pertandingan sepak takraw di duga honor wasit ada tapi tidak semua wasit kegiatan pertandingan dan lomba dapat. dan ini kegiatan sangat di sayangkan, panitia pelaksana menuliskan di pamflet kalau piala bergilir Bupati Bantaeng bahkan bapak Bupati juga ikut membuka kegiatan tersebut, dan pada saat malam penutupan atau malam penerimaan hadiah di laksanakan di Gedung Balai Kartini sampai berlangsung meriah sampai para juara menunggu sampai tengah malam, tetapi ujung ujungnya hanya kekecewaan yang di dapatkan oleh para juara.” Jelas pemain.
Diwaktu yang berbeda wartawan tersebut kembali menelpon pihak pelaksana atau panitia yang ada dalam daftar pamflet tersebut melalui WhatsApp. pihak panitia pelaksana mengatakan kepada wartawan, minta tolong pak bantu kami meluruskan kepada para peserta dan untuk tidak melakukan seperti takutnya jadi polimik di luar sana, memang ini kami tidak punya anggaran untuk kegiatan ini, dan saya sudah sampaikan kepada salah satu teman panitia kami yang di bidang sepak takraw kalau ini kita jalankan sebaik mungkin supaya bisa berjalan dengan lancar dan sukses, dan terima kasih banyak bak atas infonya dan saya akan telpon langsung teman kami yang yang bertanggung jawab khususnya di bagian sepak takraw, tetapi kami sangat meminta kepada kita untuk bantu kami meluruskan kepada para atlet dan memang awalnya di pamflet ada uang pembinaan tetapi kami rubah karena tidak dapatkan anggaran. Wartawan kembali bertanya kepada pihak panitia.? tapi bagai mana dengan atribut HAMAHA yang ada di lapangan termasuk ada dua tenda kerucut pak.?
jawab Panitia. itu tidak ada sama sekali dana sponsor nya pak, kami cuman Pasang saja supaya ramai di liat di seputaran lapangan pertandingan, dan habis ini saya telpon langsung panitia yang bertanggung jawab di situ untuk menjelaskan kepada para juara takraw.” Jelas pelaksana sekaligus panitia
Maka dari itu ada beberapa keterangan yang memang di duga ada kejanggalan dalam kegiatan lomba atau pertandingan yang laksanakan baru baru oleh DPK BKPRMI dan Remaja Mesjid se kabupaten Bantaeng, sehingga berita ini di naikkan karena tidak adanya transparansi yang di perlihatkan dalam kegiatan tersebut mengenai uang pembinaan. karena pihak pelaksana atau panitia mengatakan tidak ada anggaran, tapi di kegiatan lomba Hadroh dapat piagam di dalamnya ada amplop yang di duga di dalam berisi uang pembinaan, tetapi juara takraw dan volly bahkan futsal tidak ada. sedangkan di lapangan takraw terlihat ada Snek bahkan beberapa panitia pake baju seragam dan di duga juga sebagian wasit mendapatkan honor, dan itu ada bukti chat mereka terkait pembagian baju dan honor wasit.
Dengan adanya kegiatan yang seperti ini yang di duga sifatnya hanya sebagai mencari nama baik saja ke pemerintah daerah alias kepentingan pribadi, sehingga tidak memikirkan nasib atau perjuangan para generasi khususnya bagi atlet Sepak Takraw di kabupaten Bantaeng. dan kalau memang tidak ada anggaran kegiatannya tidak usah memaksakan bikin kegiatan seperti ini, karena itu bisa mencoreng nama baik BKPRMI. dan kasian juga bagi para pemain atau juara jauh jauh datang bukannya mendapatkan semangat juang, tetapi mematahkan semangat para generasi kedepannya. andaikan tidak dapat uang pembinaan tetapi panitia menyiapkan air bagi peserta masih mendingan, tapi ini biar air minum yang di siapkan oleh panitia pelaksana untuk para pemain tidak ada. jadi memang kegiatan ini di duga sangat bobrok
AGUS








