150 Bronjong Pasca Bencana 2025 di Dusun Sindanglaya Longsor Diterjang Banjir, BBWS Citanduy Evaluasi Teknis dan Lakukan Perbaikan

Daerah49 Dilihat

Ciamis,Reformasiaktual com– Pekerjaan pasca bencana berupa pemasangan bronjong di Dusun Sindanglaya, Desa Sindangsari, Kabupaten Ciamis, mengalami kerusakan setelah diterjang banjir akibat hujan deras dengan intensitas tinggi.

Berdasarkan informasi di lapangan, hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hingga siang hari. Debit air sungai meningkat drastis dan arus menjadi sangat deras. Kondisi tersebut menyebabkan tebing kembali longsor dan sekitar 150 bronjong yang baru dipasang pada tahun 2025 merosot hingga sebagian terbawa arus.

Warga menyebutkan, air sungai naik dengan cepat dan menggerus bagian bawah konstruksi. “Arusnya sangat kuat, tanah di bawah bronjong tergerus dulu, lalu susunannya ikut ambruk,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Bagian Program Pasca Bencana 2025
Pemasangan bronjong tersebut merupakan bagian dari program penanganan pasca bencana tahun 2025 yang bertujuan memperkuat tebing sungai serta mencegah longsor susulan di kawasan rawan.

Namun, intensitas hujan yang tinggi diduga menyebabkan peningkatan debit air secara ekstrem, sehingga daya tahan konstruksi tidak mampu menahan tekanan arus.

Estimasi Kerugian dan Evaluasi Teknis
Kerusakan sekitar 150 bronjong diperkirakan menimbulkan kerugian material yang cukup besar. Meski belum ada angka resmi yang dirilis, nilai pekerjaan ratusan unit bronjong tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, tergantung pada spesifikasi teknis dan volume pekerjaan.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWS Citanduy) telah melakukan peninjauan lapangan dan mulai melakukan perbaikan di titik yang terdampak.

BBWS Citanduy menyatakan akan melakukan evaluasi teknis secara menyeluruh, termasuk analisis struktur pondasi, kekuatan kawat bronjong, serta kondisi tanah dasar yang tergerus arus. Evaluasi ini penting agar perbaikan berikutnya memiliki daya tahan lebih kuat terhadap potensi banjir susulan.
Sorotan Pengawasan dan Harapan Warga
Peristiwa ini juga menjadi perhatian masyarakat terkait pengawasan pelaksanaan proyek dan kualitas konstruksi di lapangan. Warga berharap ada peningkatan pengawasan teknis serta penguatan struktur agar hasil pembangunan benar-benar memberikan perlindungan jangka panjang.

Saat ini, proses perbaikan terus berjalan dengan melibatkan pihak terkait dan dukungan masyarakat setempat. Mengingat curah hujan masih cukup tinggi, percepatan perbaikan menjadi langkah penting guna mencegah longsor lanjutan yang dapat mengancam pemukiman dan akses warga.

(joni)