Jalan di Desa Cimanggu, Bandung Barat, Rusak Parah, Warga Mengeluh Pemerintah Terkesan Tutup Mata

Daerah78 Dilihat

Reformasiaktual.com//Bandung Barat-
Kondisi jalan kabupaten yang berada di Desa Cimanggu, kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, saat ini semakin memprihatinkan, kerusakan jalan yang cukup parah dengan banyaknya lubang lubang besar kedalaman kisaran 10 Cm bahkan lebih serta permukaan jalan yang hancur membuat aktivitas masyarakat terganggu dan membahayakan pengguna jalan. Jum’at (11/03/2026).

Warga setempat mengeluhkan kondisi jalan tersebut karena sudah lama rusak namun hingga kini belum mendapatkan perbaikan dari dinas terkait. Jalan yang menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas, seperti menuju tempat kerja, sekolah, hingga mengangkut hasil pertanian, kini sulit dilalui terutama saat musim hujan. Kalau hujan jalan jadi becek dan lubangnya tertutup air, sering ada pengendara motor yang terjatuh sudah tak terhitung terjatuh,” ujar salah satu warga Ujang (50) Desa Cimanggu.

Kerusakan jalan ini, sudah terjadi cukup lama namun pemerintah terkesan tutup mata. Banyaknya lubang menganga yang cukup dalam mengakibatkan tidak sedikit pengguna jalan yang kerap menjadi korban lakalantas yang dapat membahayakan nyawa pengendara.

“Jalan Cimanggu ini merupakan salah satu jalan protokol yang ramai dilalui pengendara setiap hari, selain itu jalan ini akses menuju beberapa perkantoran seperti Dinas Pendidikan, Kantor Kecamatan Ngamprah, Kantor Pemda Bandung Barat, Sekolahan dan pemukiman warga bahkan tempat tinggal para pejabat.

Tampak lubang menganga cukup dalam tersebar dibeberapa ruas jalan. Namun yang cukup parah tepat berdekatan dengan kediaman salah satu Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat H. Wahyu.

Tidak sedikit pengendara yang sering terjerembab kedalam lubang tersebut hingga mengakibatkan laka lantas.

“Saya dan beberapa warga sudah bosan juga gotong royong menimbun / menambal dan memperbaiki lubang dijalan ini, tapi jika musim penghujan, jalan kembali hancur karna terferus air.

Meskipun diperbaiki nanti harusnya Pemerintah mesti memperhatikan bikin drainase, karna drainase itu sangat penting, sehingga air dari jalan mengalir dan tidak tergenang ditengah jalan,” harapnya.

Ujang berharap, jika pemerintah melakukan perbaikan jangan hanya fokus dengan pengaspalan jalan / beton jalan saja, akan tetapi drinase juga wajib diperbaiki karna percumah setiap tahun mau diaspal / beton juga jika drainase tidak dirubah dan diperbaiki jalan akan cepat hancur karna genangan air.

“Selama ini jika ada perbaikan hanya fokus ngaspal jalan doang buat nutupin lubang, tapi drainase tidak pernah diperbaiki ya sama aja bohong.

Percuma juga memperbaiki jalan nya kalau Pekerjaan Minor tidak diperhatikan, Pekerjaan minor itu berupa siring dan drainase, Ini pun sebagai kunci untuk menopang pekerjaan aspal agar bisa bertahan lebih lama.” ungkapnya.

Kepala Desa Cimanggu, Budi Mulyadi, AP, menyatakan persoalan ini telah lama menjadi keluhan warga yang hingga kini belum mendapat kepastian penyelesaian.
Budi menegaskan pentingnya perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap jalan yang memiliki fungsi vital lintas kecamatan tersebut.

Masyarakat menilai seolah-olah pihak dinas terkait menutup mata terutama dinas PUPR Kabupaten Bandung Barat, terhadap kondisi tersebut, padahal jalan tersebut merupakan jalur yang cukup vital bagi mobilitas warga dan juga kendaraan pengangkut hasil bumi, jalan yang rusak panjang sekitar 2 kilo bahkan lebih, Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui dinas terkait segera turun tangan untuk melakukan perbaikan jalan agar tidak menimbulkan kecelakaan dan kerugian bagi masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga meminta adanya perhatian serius dari pemerintah daerah agar pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan tidak terus terabaikan. “Harapan kami jalan ini segera diperbaiki. Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru diperhatikan,” ungkap Budi

Dengan kondisi jalan yang semakin rusak, warga Desa Cimanggu berharap adanya tindakan nyata dari pemerintah daerah ( Pemda) Bandung Barat, yang dipimpin oleh Bupati Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati H. Asep Ismail, demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Jalan ini sudah menjadi kewenangan Pemda Bandung Barat sejak 2023, tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan, padahal ini jalur penting yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat,” ujar Budi Mulyadi AP, Kepala Desa Cimanggu.

Budi menambahkan, dampak kerusakan jalan tidak hanya dirasakan dari sisi kenyamanan, tetapi langsung menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat kecil. Distribusi hasil pertanian menjadi terhambat, biaya operasional meningkat, dan aktivitas perdagangan pun tidak berjalan optimal.

Budi mengutarakan komitmennya Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat, sebelumnya menyatakan dan berkomitmen akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur, khususnya pascabencana, tapi realisasi di lapangan dinilai belum sejalan dengan harapan yang telah disampaikan kepada publik.

“Kepala Desa Cimanggu Budi Mulyadi AP, berharap di tahun 2026 ini ada realisasi pembangunan. Jalan Cimeta, Cikabul hingga Sukaraja, Cimanggu ini sangat vital. Kerusakannya sudah cukup parah dan sangat mengganggu mobilitas masyarakat,” pungkasnya.

Journalist A2n***RA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan