Pelajar Bungursari Torehkan Prestasi di FTBI 2026, SDN Ciwangi Sampaikan Apresiasi

PENDIDIKAN149 Dilihat


Reformasiaktual.com//Purwakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar di wilayah Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan tahun 2026.

Salah satu cabang lomba yang menarik perhatian adalah lomba carita pondok (carpon) putri, yang menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas sekaligus melestarikan bahasa dan budaya daerah.

Menanggapi keberhasilan tersebut, Kepala Sekolah SDN Ciwangi, Totoh Fatonah, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada para peserta didik yang telah berpartisipasi dan meraih prestasi dalam lomba tersebut.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh peserta, khususnya siswa-siswi yang telah mengharumkan nama sekolah dalam lomba carpon putri FTBI tingkat Kecamatan Bungursari tahun 2026. Ini merupakan bukti bahwa generasi muda kita memiliki potensi besar dalam melestarikan bahasa ibu, khususnya bahasa Sunda,” ujar Totoh Fatonah saat ditemui di lingkungan sekolah.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan FTBI merupakan program penting dalam dunia pendidikan, karena tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada penguatan karakter serta kecintaan terhadap budaya lokal.

“Melalui kegiatan seperti ini, siswa dilatih untuk percaya diri, kreatif, dan mampu mengekspresikan ide serta gagasan dalam bentuk karya sastra daerah. Kami berharap ke depan akan semakin banyak siswa yang berpartisipasi dan berprestasi hingga ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) sendiri merupakan program yang digagas pemerintah melalui dinas pendidikan sebagai upaya pelestarian bahasa daerah di kalangan generasi muda. Dalam ajang ini, berbagai cabang lomba digelar, seperti pidato, pupuh, maca sajak, hingga carpon.
Lomba carpon putri tingkat Kecamatan Bungursari tahun 2026 diikuti oleh berbagai sekolah dasar di wilayah tersebut.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat pelestarian bahasa daerah terus tumbuh di kalangan pelajar, sekaligus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.

(JENAL ALVIANSYAH)