Diduga Marak, Peredaran Obat Keras Golongan G di Kerkof Cimahi Selatan Dikeluhkan Warga

TNI/Polri363 Dilihat

Reformasiaktual.com//Cimahi Selatan – Dugaan peredaran obat keras golongan G di kawasan pemakaman Tionghoa (Kerkof), Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, menuai keluhan dari warga sekitar.

Sejumlah warga mengaku resah atas aktivitas yang disebut-sebut berlangsung di area tersebut. Mereka menyebut adanya dugaan transaksi obat keras seperti tramadol, eximer, dan trihexyphenidyl (trihex) yang diperjualbelikan tanpa resep dokter.
“Saya heran, obat seperti tramadol diduga bisa dijual bebas.

Aktivitasnya juga terlihat terbuka,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Kamis (1/5/2026).

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim media melakukan penelusuran ke lokasi pada Sabtu (3/5/2026). Di area pemakaman Kerkof, terlihat dua orang pria berada di lokasi dengan membawa tas kecil.

Aktivitas keduanya diduga berkaitan dengan transaksi obat keras, meskipun belum dapat dipastikan secara resmi. Saat dikonfirmasi, salah satu pria yang mengaku berinisial “Bajo” menyatakan dirinya menjual obat-obatan tersebut.

Namun, pernyataan tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat, baik Polsek Cimahi Selatan maupun Polres Cimahi, belum memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut.

Peredaran obat keras tanpa resep dokter merupakan pelanggaran terhadap ketentuan hukum yang berlaku.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, setiap orang yang mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin atau tidak memenuhi standar dapat dikenakan sanksi pidana.

Selain itu, jika dalam praktiknya terdapat unsur zat yang termasuk narkotika atau psikotropika, maka dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Warga berharap aparat penegak hukum dapat melakukan pengecekan dan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku guna menjaga keamanan lingkungan serta mencegah potensi penyalahgunaan obat, khususnya di kalangan generasi muda.

Red