Pelantikan Pengurus KOMITE Pencak Silat Tradisi Indonesia Provinsi Jawabarat

Lembaga40 Dilihat

Reformasiaktual.com
BANDUNG – Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) Provinsi Jawa Barat resmi melantik pengurus masa bakti 2026–2030 di Hotel Cemerlang Bandung, Sabtu (9/5/2026).

Pelantikan mengusung tema “Merawat Tradisi Dalam Perspektif Globalisasi”.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum KPSTI KH. Mahfudz Abdurahman, S.Sos., jajaran pengurus, tokoh budaya, akademisi, hingga pegiat pencak silat tradisi dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Drs. KH. Tetep Abdullatip, M.A. menegaskan bahwa pencak silat tradisi bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi sarana membentuk generasi unggul yang sehat fisik, kuat mental, berakhlak baik, serta mencintai budaya leluhur.

“Pencak silat mengajarkan nilai kejuangan, keberanian, kesatriaan, kejujuran, pengendalian diri, hingga hormat kepada guru. Ini bagian penting dalam membangun generasi istimewa,” ujarnya.

Ia juga menyebut pencak silat tradisi telah diakui UNESCO dan menjadi warisan budaya yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi muda.

KPSTI Jawa Barat menargetkan pembentukan kepengurusan di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Saat ini beberapa daerah seperti Bekasi, Cianjur, dan Sukabumi telah lebih dulu membentuk kepengurusan.

Selain pelantikan, acara turut dimeriahkan dengan launching trailer film pendek pencak silat “Arini – Pewaris Tradisi Ilmu Silat Kipas”, “Sangkuriang 2”, serta diskusi dan dialog budaya.

Ke depan, KPSTI Jabar juga berencana mendorong seni pencak silat tradisi masuk sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah, akademisi, dan para sesepuh budaya di Jawa Barat.

( undang.s )