Kepala Sekolah SMK Darul Ma’arif Pamanukan Diduga ‘Alergi’ Terhadap Awak Media

PENDIDIKAN40 Dilihat

SUBANG, 13 Mei 2026 – Ali Kepala Sekolah SMK Darul Ma’arif yang berlokasi di Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, kini menjadi sorotan publik dan kalangan jurnalis. Ia diduga memiliki sikap enggan atau bahkan menghindar saat akan dikonfirmasi atau ditemui oleh awak media, seolah-olah memiliki “alergi” terhadap pers.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hal ini bukanlah kejadian baru. Sejak beberapa bulan terakhir, sejumlah wartawan dari berbagai media berulang kali mendatangi kantor sekolah tersebut untuk meminta keterangan, klarifikasi, maupun sekadar berkoordinasi, namun hasilnya selalu sama: Kepala Sekolah maupun petugas Hubungan Masyarakat (Humas) sekolah sulit ditemui atau selalu beralasan tidak berada di tempat. Terakhir pada 12 Maret 2026 lalu, tim redaksi pun kembali gagal menjumpai pihak pimpinan sekolah tersebut meski sudah membuat janji sebelumnya.

Menurut keterangan sejumlah narasumber yang enggan disebutkan identitasnya, bukan hanya satu atau dua media yang mengalaminya. Banyak rekan wartawan maupun aktivis lembaga pengawas sosial yang mengaku mengalami kesulitan yang sama saat ingin berkomunikasi dengan pimpinan SMK Darul Ma’arif. Ketika ditanyakan keberadaannya kepada para staf atau guru yang ada, jawabannya cenderung seragam, yaitu sedang keluar atau tidak ada di ruangan, bahkan sering kali tidak ada yang berani memberikan keterangan apa pun.

Sikap ini memicu berbagai pertanyaan dan penilaian dari banyak pihak. Sebagai pemimpin lembaga pendidikan yang berstatus milik yayasan dan melayani masyarakat luas, Ali Fajar Hasan dianggap seharusnya terbuka dan kooperatif. Banyak pihak menilai, sikap menghindar dari pers tidak mencerminkan jiwa kepemimpinan yang transparan, terlebih lagi mengingat jurnalisme memiliki fungsi sebagai kontrol sosial dan jembatan informasi antara lembaga dengan publik.

Sampai berita ini diturunkan pada Rabu (13/5/2026), belum ada keterangan atau tanggapan resmi yang diperoleh dari Kepala Sekolah maupun pihak manajemen SMK Darul Ma’arif terkait dugaan tersebut. Berbagai upaya penghubungan melalui pesan daring maupun panggilan telepon juga belum mendapatkan balasan atau respon yang memadai.

Para awak media dan masyarakat berharap agar hal ini dapat segera diselesaikan dan pihak sekolah mau membuka diri, mengingat keterbukaan informasi merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan dan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.

(J/TIM)