Warga Cidadap Menjerit ke KDM: Jembatan Gantung Tak Kunjung Dibangun Sejak 2017, Nyawa Jadi Taruhan

Daerah387 Dilihat

Reformasiaktual.com//CIANJUR – Harapan warga Kampung Cidadap, Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, untuk memiliki jembatan gantung yang layak hingga kini belum juga terwujud. Padahal, perjuangan masyarakat untuk mendapatkan akses penyeberangan yang aman telah dilakukan sejak tahun 2017.

Persoalan tersebut kembali menjadi sorotan setelah sebuah video yang memperlihatkan kondisi penyeberangan warga menggunakan rakit sederhana di Sungai Cibuni viral di media sosial. Dalam video tersebut, warga memohon perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), agar membantu merealisasikan pembangunan jembatan gantung yang telah lama dinantikan.

Selama bertahun-tahun, masyarakat terpaksa mengandalkan rakit sebagai sarana penyeberangan. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya, terutama saat musim hujan ketika debit air Sungai Cibuni meningkat dan arus menjadi deras.

Akibatnya, aktivitas masyarakat sering terganggu. Anak-anak kesulitan berangkat ke sekolah, warga yang membutuhkan layanan kesehatan terhambat, sementara para petani mengalami kendala saat mengangkut hasil panen untuk dipasarkan.

Salah seorang pemuda Kampung Cidadap, Bang Bang Suryana, mengungkapkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk memperjuangkan pembangunan jembatan tersebut.

“Kami sudah mengajukan pembangunan jembatan gantung sejak tahun 2017 ke Perkimtan Kabupaten Cianjur. Tahun 2021 kami kembali mengajukan dan bertemu dengan pejabat terkait. Tahun 2023, 2024 hingga 2025 kami terus memasukkan proposal dan melakukan audiensi dengan beberapa kepala bidang yang berbeda. Namun sampai hari ini belum ada realisasi,” ungkapnya.

Menurutnya, berbagai proposal telah diajukan secara resmi kepada instansi terkait. Namun pergantian pejabat dan kepala bidang di lingkungan dinas terkait belum mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

Warga juga berharap Pemerintah Kabupaten Cianjur segera turun tangan dan memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Mereka menilai keberadaan jembatan gantung bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan menyangkut keselamatan jiwa dan kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari.

Selain itu, sejumlah warga menyoroti kurang aktifnya Pemerintah Desa Sukakerta dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi. Menurut mereka, kebutuhan dasar yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun itu seharusnya menjadi prioritas.

Bagi masyarakat Kampung Cidadap, jembatan gantung merupakan akses vital yang akan membuka konektivitas wilayah, memperlancar roda perekonomian, memudahkan akses pendidikan dan kesehatan, serta menjamin keselamatan warga saat melintasi Sungai Cibuni.

Kini, setelah keluhan warga viral dan mendapat perhatian luas, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Cianjur maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengambil langkah nyata untuk merealisasikan pembangunan jembatan gantung yang telah dinanti hampir satu dekade.

“Harapan kami sederhana, hanya ingin memiliki akses penyeberangan yang aman dan layak. Semoga pemerintah segera memberikan solusi nyata bagi masyarakat Kampung Cidadap,” harap warga.

(D. Hermawan)