Dua SD di Desa Bonto Lojong Rusak Parah Sejak 2024, Guru dan Siswa Menanti Kepastian Rehab

PENDIDIKAN31 Dilihat

BANTAENG – reformasiaktual.com -Kondisi infrastruktur pendidikan di pelosok Kabupaten Bantaeng kian memprihatinkan.
Dua bangunan sekolah dasar di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, dilaporkan mengalami kerusakan parah sejak tahun 2024 lalu.

Hingga pertengahan 2026, ratusan siswa terpaksa bertaruh nasib belajar di bawah bayang-bayang atap bocor dan bangunan yang rawan ambruk.

Kedua sekolah tersebut adalah SD Negeri 75 Kayu Tanning dan SD Kelas Jauh 35 Lannying yang terletak di Parring-parring.

Ruang Kelas Rusak Akibat Bencana dan Janji Pemerintah Berubah-ubah

Di SDN 75 Kayu Tanning, yang menampung sekitar 130 siswa, kerusakan mencakup enam ruangan penting.

“Ada 6 ruangan di sekolah kami yang rusak parah, terdiri dari 5 ruang kelas dan 1 ruang UKS. Kasihan anak didik kami,” ungkap Hasni, salah satu guru SDN 75 Kayu Tanning dengan nada prihatin.

Kondisi serupa terjadi di SD Kelas Jauh 35 Lannying Parring-parring.
Sekolah yang memiliki 35 siswa ini mengalami kerusakan parah akibat hantaman bencana alam pada tahun 2024.

Ironisnya, pihak sekolah hingga kini terombang-ambing oleh ketidakpastian informasi terkait renovasi.

Melalui sambungan telepon dengan Kepala Desa Bonto Lojong, Sabir, pada Selasa (23/6/2026), salah satu guru SD Kelas Jauh mengungkapkan kekecewaannya terkait janji-janji dinas terkait yang kerap berubah.

  • Janji Awal:
    Sekolah dijanjikan akan direhabilitasi pada Agustus 2026, lengkap dengan penambahan 3 ruang kelas baru dan 1 ruang guru.
  • Informasi Terbaru:
    Rencana penambahan ruangan dibatalkan, dan hanya menyisakan agenda proyek rehabilitasi saja.
  • Target Rampung:
    Muncul informasi bahwa rehabilitasi harus selesai Desember tahun ini, namun hal itu pun belum bisa dipastikan.

“Kami minta tolong ke Pak Desa untuk bisa mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng dan menanyakan langsung kepastian rehab itu. Informasi setiap saat berubah-ubah,” keluh guru tersebut.

Kepala Desa Bonto Lojong Siap Mengawal ke Dinas Pendidikan

Menanggapi keluhan warganya, Kepala Desa Bonto Lojong, Sabir, menegaskan komitmennya untuk segera mengawal kasus ini langsung ke tingkat kabupaten.

Ia berjanji akan mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng dalam waktu dekat demi menjemput kejelasan anggaran dan jadwal renovasi.

Menurut Kades Sabir, pendidikan adalah sektor krusial yang tidak boleh diabaikan.
Sarana dan prasarana yang layak adalah hak mutlak bagi anak-anak di desanya agar mereka bisa belajar dengan tenang tanpa dihantui ketakutan.

“Pendidikan itu sangat penting. Oleh karena itu, sarana dan prasarana pendukung sangat perlu diperhatikan agar anak-anak kita bisa belajar dengan baik tanpa merasa was-was dengan kondisi cuaca buruk,” tegas Sabir.

Ia menambahkan, kekhawatiran terbesar muncul saat musim hujan tiba, mengingat atap bangunan sekolah yang bocor parah belum tersentuh perbaikan sama sekali.

“Kasihan anak-anak kita kalau sementara proses belajar di sekolah dan tiba-tiba hujan turun, sedangkan atapnya belum diperbaiki. Ini harus segera mendapat kepastian,” pungkasnya.

AGUS