Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail Turun Langsung Ke Waduk Saguling Atasi Eceng Gondok Tambah Meluas

Daerah35 Dilihat

Reformasiaktual.com//Bandung Barat
Cililin – Pemkab Bandung Barat turun tangan untuk membersihkan eceng gondok yang menutupi sekitar 120 hektar aliran Waduk Saguling.

Pembersihan yang diinsiasi PT Indonesia Power (IP) UPB Saguling ini dibagi 7 titik di kawasan waduk tersebut.

Salah satunya, di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin yang dianggap paling padat dengan eceng gondoknya. Aksi bersih-bersih tersebut melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI, Polri, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, serta masyarakat sekitar.

Waduk Saguling saat ini mengalami kondisi luapan eceng gondok yang sangat parah yang berimbas pada kualitas air dan pendangkalan perairan sepanjang waduk.

Data menunjukan, dari 120 hektar yang tersebar, ada 13 titik dengan titik terluas mencakup sekitar 70 hektar yang tercemar.
Atas kondisi ini, PT PLN Indonesia Power UBP Saguling bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat dan berbagai pemangku kepentingan Stakholder, melaksanakan giat pembersihan besar-besaran yang melibatkan ratusan personel serta dukungan alat berat guna menekan laju penyebaran eceng gondok pengganggu tersebut.

Huta Rianto mengatakan, upaya pembersihan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan sekitar 350 orang yang terdiri dari unsur TNI, Polri, instansi terkait, hingga warga sekitar dan dipimpin langsung oleh Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Bandung Barat H.Asep Ismail.

“Pembersihan kita pusatkan di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, operasi juga berjalan paralel di tiga titik lain di Cililin dan empat titik di Kecamatan Cihampelas,” terangnya.

Selain itu, upaya pembersihan didukung dengan penambahan ekskavator dan Ponton dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum dengan target awal mengurangi penutupan eceng gondok hingga mencapai 50 persen dari luasan yang teridentifikasi.
Temukan lebih banyak

“Pembersihan kita targetkan bisa selesai kurun waktu sekitar dua bulan, meskipun bupati menginginkan penyelesaian yang lebih cepat,”katanya.

Terkait penanganan jangka panjang dan pemanfaatan hasil angkutannya, Huta Rianto mengungkapkan, eceng gondok tidak dibuang sembarangan yang justru akan menimbulkan masalah baru.

Tanaman tersebut, diolah menjadi barang bernilai ekonomi, seperti media tanam jamur merang, bahan baku kerajinan, hingga dikaji potensinya sebagai bahan bakar briket,” ujarnya

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menjelaskan kegiatan pembersihan ini digagas oleh Indonesia Power UBP Saguling dengan melibatkan berbagai unsur.

Di antaranya jajaran TNI, Polri, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, hingga partisipasi aktif masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, hari ini agenda kami melaksanakan pembersihan eceng gondok yang selama ini menjadi masalah dan sering dikeluhkan warga karena sudah sangat mengganggu,” ujarnya.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan penanganan ini tidak bisa dilakukan sendirian atau secara terpisah, sehingga kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan agar hasilnya maksimal. Pembersihan tahap awal difokuskan di kawasan Jembatan Ciminyak, Desa Rancapanggung, yang tercatat sebagai salah satu titik dengan penumpukan eceng gondok paling padat.

” Untuk mempercepat pekerjaan, pada hari pertama telah diterjunkan dua unit alat berat dan empat perahu ponton. Kalau dilakukan secara manual akan memakan waktu sangat lama. Nanti dibantu sekitar empat ponton,” pungkasnya.

Journalist A2n***RA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan