KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Merancang Incinerator Waste Dan Enam Program Inovatif Di Desa Lompo Tengah

PENDIDIKAN18 Dilihat

BARRU – reformasiaktual.com Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar seminar rancangan program kerja di Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, pada Rabu (15/7/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk memaparkan solusi nyata atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa setempat.
Seminar tersebut dihadiri oleh Dosen Pembimbing KKN (DPK), Kepala Desa beserta perangkatnya, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga Desa Lompo Tengah. Dalam sambutannya, DPK.

Menekankan pentingnya kolaborasi dan keterlibatan aktif warga dalam memberikan masukan terhadap program-program yang akan dijalankan.
“Saya berharap Bapak dan Ibu dapat memberikan saran, masukan, maupun kritik yang membangun kepada mahasiswa. Mereka hadir di sini untuk belajar menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, bukan untuk menggurui. Komunikasi dan kolaborasi yang baik sangat diperlukan agar seluruh program benar-benar memberikan manfaat bagi Desa Lompo Tengah,” ujar Ibu Dr. Alpiani, S.Pi., M.Si, selaku Dosen Pembimbing KKN (DPK).
Salah satu tantangan utama yang mendesak di Desa Lompo Tengah saat ini adalah pengelolaan sampah rumah tangga. Kepala Desa Lompo Tengah mengungkapkan bahwa hingga kini desa belum memiliki Tempat Penampungan Sementara (TPS) karena keterbatasan lahan. Kondisi ini diperumit oleh posisi desa yang sebagian besar wilayahnya berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung, sehingga pembangunan fasilitas fisik harus sangat mempertimbangkan aspek tata ruang dan kelestarian lingkungan.

Merespons kendala tersebut, mahasiswa KKN Unhas menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa insinerator sampah sebagai alternatif pengolahan limbah yang mandiri dan minim lahan. Koordinator Desa KKN Tematik 116 Unhas, Abid Muwaffaq Akhmad, menjelaskan bahwa pengadaan insinerator ini merupakan hasil identifikasi masalah selama masa observasi bersama pemerintah desa.
“Karena tidak adanya lahan untuk pembangunan TPS, kami berupaya menghadirkan insinerator sebagai alternatif yang efisien untuk mengurangi penumpukan sampah, sekaligus menjadi sarana meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” jelas Abid.

Inisiatif ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Desa Lompo Tengah. Arif Pabiseang Ia berharap kehadiran teknologi insinerator ini dapat menjadi solusi taktis bagi pemerintah desa dalam mengatasi kebuntuan pengelolaan sampah di tengah keterbatasan ruang dan regulasi hutan lindung.
Selain menghadirkan fasilitas insinerator, mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 juga mengedukasi masyarakat melalui berbagai program kerja individu yang disusun berdasarkan bidang keilmuan masing-masing. Di sektor lingkungan dan pertanian, Nur Fadhilah Putri memperkenalkan metode praktis pengolahan sampah organik rumah tangga melalui Kompos Takakura. Sejalan dengan itu, Abid Muwaffaq Akhmad mengembangkan pembuatan fungisida alami untuk mengendalikan penyakit tanaman, sementara Rahmat Tasri menginisiasi pembuatan briket dari sekam padi guna memanfaatkan limbah pertanian menjadi bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomis.
Di sektor ekonomi dan pelestarian budaya, Novlirayana Pidun mengangkat program pengembangan kemasan produk kue khas desa untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing UMKM lokal.

Sementara itu, Indo Cenning menyusun Buku Sejarah Desa Lompo Tengah sebagai bentuk dokumentasi sekaligus media edukasi bagi generasi muda. Terakhir, di bidang kesehatan dan pendidikan, Clarissa Gloria Novita Rahmadani menghadirkan program Edukasi GEMARI (Gemar Makan Ikan) bagi siswa sekolah dasar melalui penyusunan modul ajar demi membangun kesadaran pemenuhan gizi sejak usia dini.
Melalui keberagaman program kerja yang dirancang berbasis kebutuhan riil di lapangan ini, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Unhas berharap dapat memberikan kontribusi yang komprehensif. Kehadiran inovasi-inovasi tersebut diharapkan mampu menjadi pemantik bagi pembangunan dan kemandirian Desa Lompo Tengah yang berkelanjutan.

Setelah Desa Lompo Tengah bersama mahasiswa KKN Tematik Inovasi dan KKN Profesi kesehatan gelombang 116 Universitas Hasanuddin lakukan foto bersama usai laksanakan seminar program kerja di Aula Kantor Desa Lompo Tengah.

AGUS