Kepala SMAN 1 Majalaya Tegaskan SPMB 2026 Berjalan Transparan, Akuntabel, dan Bebas Praktik Percaloan

PENDIDIKAN353 Dilihat

Reformasiaktual.com//Kabupaten Bandung – Kepala SMAN 1 Majalaya, Deden Wahyudin, menegaskan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di SMAN 1 Majalaya dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik percaloan.

Menurut Deden Wahyudin, seluruh proses penerimaan peserta didik baru mengacu pada ketentuan dan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan calon peserta didik dengan meminta sejumlah uang maupun imbalan tertentu.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya kepada oknum yang mengatasnamakan sekolah dan menjanjikan dapat meloloskan calon siswa dengan meminta sejumlah uang. Tidak ada calo ataupun pihak yang dapat menjamin diterimanya calon peserta didik di SMAN 1 Majalaya. Seluruh proses dilakukan berdasarkan ketentuan resmi,” ujarnya.

Untuk menjaga transparansi, pihak sekolah terus memberikan informasi secara terbuka mengenai seluruh tahapan SPMB serta menyediakan layanan informasi bagi masyarakat agar proses seleksi dapat dipahami dengan baik.

Selain itu, pihak sekolah juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya SPMB agar tetap bersih, jujur, dan transparan.

Deden Wahyudin mengimbau para calon peserta didik dan orang tua agar mengikuti seluruh tahapan pendaftaran melalui jalur resmi serta tidak mudah tergiur oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan sekolah.

“Jangan percaya kepada siapa pun yang meminta sejumlah uang dengan janji dapat membantu diterima di SMAN 1 Majalaya. Ikuti proses resmi dan penuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Deden Wahyudin berharap pelaksanaan SPMB Tahun 2026 dapat berjalan lancar, adil, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik yang memenuhi persyaratan.

“Harapan kami, SPMB Tahun 2026 dapat berjalan lancar, adil, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik yang memenuhi persyaratan. Bersama-sama kita wujudkan pendidikan yang berintegritas dan bebas dari praktik percaloan,” pungkasnya.

Eri