Kepala Sekolah Kecamatan Uluere Dan Bissappu Hadiri Rakor Tingkat Kabupaten Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng Jenjang SD Dan SMP

PENDIDIKAN42 Dilihat

BANTAENG – reformasiaktual.com Rapat koordinasi tingkat kabupaten dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Bantaeng jenjang SD dan SMP, tentunya dalam pertemuan rapat koordinasi tiada lain membahas terkait meningkatnya penggunaan alat komunikasi (Handphone) yang ada di sekolah khusus nya bagi para siswa siswi selama ini. kegiatan rapat koordinasi di laksanakan di Gedung Balai Kartini, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, pada hari Kamis, (30/07/2026).

Kegiatan rapat koordinasi yang berlangsung pada hari kamis 30/07/2026 di hadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng, Muhammad Yusuf Jarre, S. Pd., M.M. dalam sambutannya, meminta kepada seluruh kepala sekolah untuk membatasi penggunaan alat komunikasi Handphone (HP) di sekolah, guna mengantisipasi adanya penggunaan aplikasi yang bisa menimbulkan bahaya bagi anak siswa dan bisa merusak para generasi kedepannya.

Lanjut Yusuf Jarre, dalam waktu dekat akan membuat surat edaran terkait adanya pembatasan membawa Handphone ke sekolah, dan meminta juga kepada seluruh kepala sekolah maupun guru BK untuk melakukan pertemuan dengan para orang tua siswa guna memberikan pemahaman terkait adanya aplikasi di Handphone yang besar membahayakan dan merusak masa depan anak bangsa khususnya di Kabupaten Bantaeng.” Jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat struktural dan fungsional di lingkup Disdikbud Bantaeng, di antaranya sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala UPT Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA), Kordinator Pengawas, serta Kepala Bidang (Kabid) SD, Kabid SMP dan Kabid Ketenagaan, beserta ratusan Kepala Sekolah SD – SMP dan guru BK.

Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan keseriusan dalam menanggapi dampak negatif teknologi bagi para pelajar, dan tentunya juga para orang tua siswa untuk membantu dalam hal ini bekerja sama dengan para guru mengambil peran untuk pembatasan penggunaan Handphone.

AGUS