Pelaksanaan Program Kerja Kelas Canting (Cegah Anak Stunting): Ibu Cerdas, Anak Sehat

PENDIDIKAN36 Dilihat

SIDRAP – reformasiaktual.com Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin Posko Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, telah melaksanakan program kerja individu bertajuk Kelas Canting (Cegah Anak Stunting): Ibu Cerdas, Anak Sehat pada Senin, 27 Juli 2026, pukul 08.15–13.00 WITA, bertempat di Posyandu yang tersebar di tiga dusun Desa Takkalasi. Kegiatan ini merupakan bentuk intervensi edukasi kesehatan masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu rumah tangga mengenai pencegahan stunting pada anak.

Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Desa Takkalasi, dengan tercatat 14 kasus balita stunting berdasarkan data Puskesmas Pangkajene. Hasil diskusi bersama masyarakat sebelumnya menunjukkan bahwa pengetahuan ibu rumah tangga mengenai stunting masih terbatas, terutama terkait penyebab, dampak, dan upaya pencegahannya. Berangkat dari kondisi tersebut, Zifora Mujahidah Fillah, mahasiswa KKN-PK Gelombang 69 Universitas Hasanuddin, menginisiasi program kerja individu Kelas Canting sebagai wadah edukasi interaktif bagi ibu rumah tangga, dengan berkoordinasi bersama kader Posyandu dan bidan desa setempat.

Kegiatan ini diikuti oleh ibu rumah tangga yang memiliki balita, baduta, atau sedang hamil, dengan jumlah peserta kurang lebih 30 orang di masing-masing Posyandu. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, terutama saat sesi edukasi dan diskusi interaktif berlangsung.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan pembagian nomor peserta, dilanjutkan dengan pembukaan serta penyampaian tujuan kegiatan. Sebelum edukasi dimulai, peserta terlebih dahulu mengerjakan pretest untuk mengukur pengetahuan awal mengenai stunting.
Materi edukasi kemudian disampaikan secara interaktif menggunakan poster, leaflet, dan media visual, mencakup pengertian, penyebab, dan dampak stunting, pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemberian MPASI yang tepat, konsumsi protein hewani, serta sanitasi. Sesi dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, di mana peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman. Rangkaian kegiatan ditutup dengan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, penyampaian kesimpulan, foto bersama, serta pembagian doorprize.
Kader Kesehatan Desa Takkalasi, Ibu Nadia, menyampaikan, “Kegiatan seperti Kelas Canting ini sangat membantu kami di Posyandu karena ibu-ibu jadi lebih paham cara mencegah stunting sejak dini, bukan hanya sekadar mendengar penyuluhan biasa.”

Senada dengan hal tersebut, Bidan Ros dari Pustu Desa Takkalasi menambahkan, “Edukasi mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan dan MPASI yang tepat perlu terus diingatkan kepada ibu-ibu, dan kegiatan ini membantu menyampaikan pesan tersebut dengan cara yang lebih mudah dipahami dan diingat.”

Melalui pelaksanaan Kelas Canting, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan pengetahuan kesehatan dengan peran aktif kader Posyandu dan bidan desa sebagai agen edukasi di masyarakat. Program ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being), melalui upaya pencegahan stunting sejak dini demi tumbuh kembang anak yang optimal.

Dengan terlaksananya program kerja Kelas Canting (Cegah Anak Stunting): Ibu Cerdas, Anak Sehat, diharapkan pengetahuan dan kesadaran ibu rumah tangga di Desa Takkalasi mengenai pencegahan stunting semakin meningkat, serta tersedia media edukasi berupa poster dan leaflet yang dapat terus dimanfaatkan oleh kader Posyandu setelah masa KKN-PK berakhir, sehingga keberlanjutan dampak edukasi di masyarakat tetap terjaga.

AGUS