PURWAKARTA, – reformasiakrual com Hasil penelusuran awak media di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, menemukan adanya keterangan bahwa peserta didik penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut belum pernah menerima pembagian susu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak sekolah, menu makanan rutin dibagikan kepada siswa. Namun, komponen susu yang menjadi bagian dari pemenuhan gizi anak disebut belum pernah diterima oleh para penerima manfaat.
Secara historis, susu telah lama dikenal masyarakat Indonesia melalui konsep “4 Sehat 5 Sempurna” yang diperkenalkan oleh Bapak Gizi Indonesia, Prof. Poerwo Soedarmo, pada 1952. Meski konsep tersebut kini telah diperbarui menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014, susu tetap diakui sebagai salah satu sumber protein hewani yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Rimbawan, menjelaskan bahwa kualitas nutrisi dalam susu berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sesuai kebutuhan gizi pada setiap fase usianya. Sementara itu, Direktur Ilmu Medis Danone Indonesia, Dr. Ray Wagiu Basrowi, menyebut protein hewani dalam susu membantu penyerapan berbagai zat gizi penting serta berkontribusi dalam upaya mencegah kekurangan gizi dan anemia pada anak.
Berdasarkan temuan tersebut, awak media mempertanyakan apakah tidak disalurkannya susu kepada peserta didik merupakan bagian dari kebijakan tertentu, kendala distribusi, keterbatasan pasokan, atau terdapat faktor lain dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Klarifikasi dari pihak penyelenggara dinilai penting agar informasi yang diterima masyarakat utuh dan tidak menimbulkan spekulasi.
Awak media berharap pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun instansi terkait dapat memberikan penjelasan resmi mengenai mekanisme pendistribusian susu dalam Program Makan Bergizi Gratis, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan sesuai dengan tujuan meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut belum memberikan keterangan resmi.
awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dan akan memuat hak jawab maupun klarifikasi dari pihak terkait sesuai Kode Etik Jurnalistik.
RN








