Proyek P3-TGAI Rp195 Juta di Purwakarta Disorot, Dugaan Galian Pondasi Minim Jadi Perhatian

Daerah140 Dilihat

Reformasiaktual.com//PURWAKARTA — Pelaksanaan proyek Peningkatan Jaringan Irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Wanamali, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, mendapat perhatian publik.

Kegiatan yang tercantum pada papan informasi proyek memiliki nilai bantuan sebesar Rp195 juta, bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, dan dilaksanakan secara swakelola oleh P3A Sugih Mukti.

Sorotan muncul setelah media melakukan pemantauan di lokasi pada Kamis, 13 Agustus 2026. Pada bagian pasangan batu, khususnya area yang menjadi dasar bangunan, terlihat kondisi galian pondasi yang dari pengamatan visual diduga relatif minim.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan apakah pelaksanaan pekerjaan telah sepenuhnya mengacu pada gambar kerja serta spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam program P3-TGAI.

Namun demikian, kondisi tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan pengukuran secara teknis dari pihak yang berwenang. Karena itu, temuan visual di lapangan belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa pekerjaan telah melanggar spesifikasi atau mengalami penyimpangan.

Pengawasan Proyek Turut Dipertanyakan

Perhatian publik tidak hanya tertuju pada pekerjaan fisik, tetapi juga pada aspek pengawasan.

Mengingat kegiatan tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN, setiap tahapan pekerjaan semestinya dilaksanakan sesuai ketentuan dan mendapatkan pengawasan sebagaimana mestinya.

Pondasi menjadi salah satu bagian penting dalam konstruksi jaringan irigasi. Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan teknis nantinya ditemukan adanya ketidaksesuaian terhadap gambar atau spesifikasi, tentu perlu dilakukan langkah perbaikan sesuai ketentuan sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.

Masyarakat pun berharap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan pihak terkait dapat melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Pemeriksaan dapat mencakup pengukuran dimensi dan kedalaman pondasi, kualitas material, metode pelaksanaan, serta pencocokan kondisi fisik dengan dokumen teknis proyek.

Langkah tersebut penting agar informasi yang berkembang di masyarakat dapat dijawab berdasarkan data dan hasil pemeriksaan, bukan sekadar asumsi.

Konfirmasi kepada Pelaksana Masih Berproses

Media juga telah berupaya meminta klarifikasi kepada Cecep/Acep alias Kusoy, yang disebut sebagai Ketua Pelaksana P3A.

Namun, hingga berita ini disusun, komunikasi belum diperoleh secara langsung karena proses penyampaian konfirmasi disebut melalui Kepala Desa Wanamali.

Media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak pelaksana maupun pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Menunggu Hasil Pemeriksaan

Publik pada dasarnya membutuhkan kepastian mengenai kualitas pekerjaan yang dibiayai melalui anggaran negara.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pekerjaan telah sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknis, maka hal tersebut dapat menjadi penjelasan sekaligus menjawab pertanyaan yang berkembang.

Sebaliknya, apabila ditemukan ketidaksesuaian, perbaikan dapat dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Dengan nilai kegiatan sebesar Rp195 juta, transparansi, kualitas pekerjaan, serta pengawasan menjadi hal penting agar pembangunan jaringan irigasi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Catatan: Berita ini disusun berdasarkan hasil pemantauan visual di lapangan dan informasi yang diperoleh hingga saat publikasi. Dugaan ketidaksesuaian teknis belum merupakan kesimpulan dan masih memerlukan verifikasi atau pemeriksaan dari pihak yang berwenang. Media memberikan ruang klarifikasi kepada seluruh pihak terkait.

Rian