Tak Sekadar Antar Orang dan Barang, Ojol di Cimahi Jadi Mata-Telinga Polisi, di Jalanan

TNI/Polri144 Dilihat

Reformasiaktual.com//Menyusuri gang sempit hingga membelah kemacetan di jalur protokol sudah menjadi makanan sehari-hari bagi para pengemudi ojek online (ojol). Mobilitas mereka yang nyaris tanpa sekat wilayah membuat para pejuang aspal ini memahami setiap jengkal perubahan situasi di lingkungan yang mereka lalui.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Potensi inilah yang ditangkap oleh Polres Cimahi sebagai kekuatan besar untuk memperkuat deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Tepat pada Jumat (28/8/2026), sebanyak 200 pengemudi ojol berkumpul di Mapolres Cimahi. Mereka bukan sedang mengantre pesanan, melainkan merajut komitmen sebagai mitra strategis kepolisian. Wilayah hukum Polres Cimahi yang luas, mencakup Kota Cimahi hingga Kabupaten Bandung Barat, kini memiliki “mata dan telinga” tambahan di setiap sudut jalanan.

Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi memandang kehadiran para pengemudi ojol bukan sekadar elemen transportasi, melainkan bagian penting dari ekosistem keamanan kota. Melalui silaturahmi kamtibmas yang hangat, polisi mengajak para driver untuk lebih peka. Tugas mereka kini bertambah; selain mengantar penumpang dan barang, mereka diharapkan mampu memberikan informasi cepat jika mengendus adanya potensi kriminalitas atau gangguan di jalanan.

“Mereka adalah salah satu mitra strategis kami, yaitu teman-teman, saudara-saudara, sahabat-sahabat dari ojek online,” ujar Faruk, Minggu (30/8/2026)

Bagi Faruk, komunikasi dua arah dengan komunitas ojol adalah kunci. Keberadaan mereka yang tersebar di berbagai titik strategis memungkinkan informasi mengenai kondisi lapangan sampai ke tangan petugas dalam waktu singkat.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kerja sama, khususnya di bidang partisipasi pengelolaan kamtibmas yang ada di wilayah hukum Polres Cimahi,” katanya.

Sejak fajar menyingsing hingga larut malam, para pengemudi ojol bersinggungan langsung dengan dinamika kota. Mulai dari titik kemacetan yang mengular, kecelakaan lalu lintas, hingga gerak-gerik mencurigakan yang berpotensi menjadi tindak pidana. Pengalaman di lapangan inilah yang ingin diwadahi oleh kepolisian agar tidak menguap begitu saja.

Polisi pun membekali mereka dengan keberanian untuk melapor. Jika menemukan kejadian yang memerlukan penanganan segera, para pengemudi diminta tidak ragu menghubungi pihak berwajib.

“Kami tentunya tetap mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Ketika melihat suatu kejadian yang berpotensi menjadi gangguan kamtibmas, kemacetan dan lain sebagainya, kami imbau untuk menggunakan layanan Call Center kami yaitu 110,” jelasnya.

Langkah Polres Cimahi ini secara tidak langsung memangkas jarak birokrasi informasi. Laporan dari pengemudi ojol diposisikan sebagai data awal yang krusial bagi polisi untuk melakukan tindakan preventif sebelum sebuah persoalan membesar. Faruk menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremoni satu hari, melainkan awal dari hubungan jangka panjang yang lebih solid.

“Mudah-mudahan dengan adanya pertemuan silaturahmi ini, ke depannya kemitraan kami dengan teman-teman, sahabat ojek online ini bisa lebih ditingkatkan,” ucapnya.

Suasana pertemuan semakin khidmat saat para pengemudi ojol membacakan ikrar bersama. Di bawah langit Cimahi, mereka berjanji untuk ikut menjaga kondusivitas wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

Kini, setiap perjalanan ojol membawa misi yang lebih mulia. Dengan ribuan perjalanan setiap harinya, sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang lebih aman bagi siapa saja.

“Dengan sinergi antara kepolisian dan komunitas ojol tersebut, Polres Cimahi berharap tercipta pola komunikasi yang semakin cepat dan efektif, sehingga berbagai potensi gangguan kamtibmas di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat dapat segera diketahui dan ditangani,” tandas AKBP Moh. Faruk Rozi.

Bandung, 30 Agustus 2026

Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar