Jembatan Penghubung Cora Bubur Desa Paras Ambrol, Aktivitas Warga dan Perekonomian Terganggu

Daerah79 Dilihat

Probolinggo//Reformasiaktual.com – Jembatan penghubung Cora Bubur, Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, dilaporkan ambrol. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat sekitar, terutama warga Kecamatan Tegalsiwalan, Banyuanyar, dan Maron yang selama ini memanfaatkan akses tersebut sebagai jalur penghubung sekaligus penunjang aktivitas perekonomian.

Ambrolnya jembatan tersebut membuat mobilitas warga terganggu. Selain menjadi akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, jalur tersebut juga digunakan oleh para pelajar dan pekerja yang setiap hari melintas untuk menuju sekolah maupun tempat kerja.

Dampak kerusakan jembatan juga dirasakan oleh sejumlah lembaga pendidikan, di antaranya TK Pertiwi, SMP Negeri 2 Tegalsiwalan, SMP Negeri 1 Leces, serta SMA Pertiwi Leces. Para siswa, guru, maupun masyarakat yang biasanya menggunakan jalur tersebut kini harus mencari akses lain untuk menjalankan aktivitas pendidikan.

Tidak hanya sektor pendidikan, aktivitas dunia usaha juga ikut terdampak. Salah satunya Pabrik Kayu Cendana yang memiliki kurang lebih 1.000 karyawan. Dengan terganggunya akses utama, aktivitas para karyawan dan distribusi maupun kegiatan perusahaan berpotensi mengalami hambatan.

Sementara itu, jalan alternatif yang tersedia dinilai masyarakat memiliki risiko keselamatan apabila digunakan secara terus-menerus, terutama apabila kondisi jalan tidak mampu menampung peningkatan volume kendaraan. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar masyarakat tetap memiliki akses yang aman selama proses penanganan jembatan berlangsung.

Di tempat terpisah, awak media mewawancarai salah satu tokoh masyarakat yang meminta pemerintah Kabupaten Probolinggo memperhatikan kebutuhan akses alternatif bagi masyarakat. Menurutnya, sebelum jembatan diperbaiki atau dikerjakan, semestinya pemerintah terlebih dahulu menyiapkan jalan alternatif yang layak dan aman bagi warga.

“Semestinya sebelum jembatan diperbaiki atau dikerjakan, paling tidak ada jalan alternatif yang disiapkan oleh pemerintah Kabupaten. Bukan langsung main tutup begitu saja,” ujar tokoh masyarakat sekitar berinisial LG kepada wartawan, Selasa –
(1 September 2026).

Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan dan menyediakan akses alternatif yang aman, sehingga kegiatan pendidikan, pekerjaan, serta perekonomian masyarakat tidak terhenti akibat ambrolnya jembatan tersebut.!!

Ibrahim R.A.