Semarak Maulid Nabi, Rutan Bantaeng Ajak WBP Teladani Akhlak Rasulullah SAW

Rohani/Agama26 Dilihat

BANTAENG // reformasiaktual.com -Nuansa religius dan penuh kebersamaan mewarnai Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bantaeng saat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (10/9). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan kepribadian sekaligus mengajak seluruh peserta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid tersebut dihadiri Kepala Rutan Bantaeng beserta jajaran, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rutan Bantaeng, peserta magang, serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan.

Kepala Rutan Bantaeng, Ambo Asse A, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.

Ia mengajak seluruh jajaran maupun WBP untuk menjadikan sifat dan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam membangun sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Keteladanan Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik. Nilai-nilai tersebut penting untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ambo Asse A.

Memperkuat pesan tersebut, tausiah yang disampaikan oleh Ust. Kaharuddin mengangkat pentingnya meneladani perjalanan dan akhlak Nabi Muhammad SAW. Para peserta diajak untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki kualitas ibadah, serta membiasakan diri menerapkan akhlak mulia dalam setiap aktivitas.

Bagi WBP, kegiatan keagamaan seperti ini menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan. Selain memberikan penguatan mental dan spiritual, peringatan Maulid juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran untuk terus melakukan perubahan positif selama menjalani masa pembinaan.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rutan Bantaeng berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek kedisiplinan, tetapi juga menyentuh sisi mental, spiritual, dan karakter WBP sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.

AGUS