Pemdes Citarik Angkat Bicara Soal Pendangkalan Sungai Citando, Siap Fasilitasi Warga dan PT ATR

Daerah58 Dilihat

Reformasiaktual.com//SUKABUMI — Pemerintah Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, angkat bicara terkait keluhan masyarakat mengenai pendangkalan Sungai Citando di Blok Cipicung.

Kepala Desa Citarik, H. Ujang Somantri, didampingi Sekretaris Desa Yuspa, menyampaikan klarifikasi terkait persoalan tersebut pada 14 September 2026.

Pemdes Citarik menegaskan akan mengambil peran sebagai fasilitator untuk mempertemukan masyarakat dengan pihak PT Angkasa Teknik Raya (ATR) guna mencari solusi atas persoalan yang dikeluhkan warga.

Pemdes Siap Fasilitasi Penyelesaian

H. Ujang Somantri mengatakan, Pemerintah Desa Citarik tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi kesalahpahaman antara masyarakat dan perusahaan.

“Kami dari Pemerintah Desa Citarik akan memfasilitasi dan memberikan solusi terbaik terkait persoalan pendangkalan Sungai Citando ini. Kami akan duduk bersama dengan pihak PT Angkasa Teknik Raya (ATR) untuk mencari jalan keluar,” ujar H. Ujang.

Menurutnya, penyelesaian persoalan lingkungan dan kepentingan masyarakat perlu dilakukan melalui komunikasi serta musyawarah dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

Kades Luruskan Peran PT ATR

Dalam kesempatan tersebut, H. Ujang juga menyampaikan bahwa keberadaan PT ATR selama ini disebut turut memberikan sejumlah kontribusi kepada masyarakat Desa Citarik.

Ia mencontohkan bantuan alat berat untuk kegiatan normalisasi irigasi Citando di Kampung Cileungsi RT 02/RW 01.

Selain itu, kata dia, PT ATR juga disebut turut membantu pembangunan jembatan penghubung Kampung Nagrog RT 02 dengan Kampung Gadog RW 13, yang menurut pemerintah desa memberikan manfaat bagi aktivitas masyarakat.

“Perlu kami luruskan, selama ini PT ATR juga sering memberikan bantuan kepada masyarakat. Salah satunya bantuan alat berat untuk normalisasi irigasi Citando. Selain itu, ada bantuan pembangunan jembatan penghubung Kampung Nagrog dan Kampung Gadog yang sangat bermanfaat bagi warga,” jelasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Pemdes Citarik sebagai penjelasan mengenai hubungan antara perusahaan dan masyarakat, sekaligus agar persoalan pendangkalan Sungai Citando tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.

Kedepankan Musyawarah

H. Ujang berharap persoalan pendangkalan Sungai Citando dapat diselesaikan secara kekeluargaan dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat maupun kondisi lingkungan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas dan memberikan ruang bagi proses dialog antara warga, pemerintah desa, dan pihak perusahaan.

“Kami meminta warga tetap tenang dan mengedepankan musyawarah untuk mencari solusi bersama. Kami akan mencarikan solusi terbaik agar ke depan tidak ada dampak yang merugikan masyarakat maupun lingkungan,” pungkasnya.

Pemdes Citarik menyatakan siap memfasilitasi komunikasi antara masyarakat dan PT ATR untuk membahas persoalan tersebut secara terbuka dan mencari langkah penyelesaian yang dapat diterima bersama.

Asep