Iman Adinugraha Hadiri Groundbreaking RS Bumi Jayanti, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan di Sukabumi Selatan

Nasional42 Dilihat

Reformasiaktual.com//SUKABUMI — Pembangunan Rumah Sakit (RS) Bumi Jayanti Palabuhanratu resmi dimulai. Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) berlangsung di kawasan Cangehgar, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Owner RS Bumi Jayanti Ir. Hj. Damely Guril Darmi, M.Sc., Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Demokrat H. Iman Adinugraha, S.E., Akt., Direktur Utama RS Bumi Jayanti Raihan, dr. Risa Rilanda dari PT Putra Bumi Bahana, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Dr. H. Maskur Alawy, A.Kep., MKM., Forkopimcam Palabuhanratu, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah tamu undangan.

Perluas Akses Pelayanan Kesehatan

Pembangunan RS Bumi Jayanti diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga Sukabumi bagian selatan. Kehadiran rumah sakit tersebut juga diharapkan dapat membantu mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah.

RS Bumi Jayanti direncanakan memiliki 101 kamar dengan sejumlah fasilitas pelayanan, di antaranya ICU, NICU, ruang isolasi, pelayanan BPJS Kesehatan, hingga ruang VVIP.

Bukan Semata Berorientasi Bisnis

Owner RS Bumi Jayanti, Ir. Hj. Damely Guril Darmi, menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit tersebut tidak semata-mata berorientasi pada bisnis.

Menurutnya, rumah sakit juga harus memiliki peran dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan melalui berbagai kegiatan edukasi, penyuluhan, dan pelatihan.

“Kesuksesan itu ukurannya tidak selamanya uang. Rumah sakit ini bukan hanya melayani orang sakit, tetapi juga harus punya program edukasi, penyuluhan, dan pelatihan kepada masyarakat,” kata Damely Guril Darmi.

Ia juga menyoroti pentingnya upaya pencegahan penyakit, edukasi kesehatan ibu dan anak, penurunan risiko kematian ibu melahirkan, serta upaya menekan angka stunting.

Ditargetkan Segera Bekerja Sama dengan BPJS

Damely juga menyampaikan harapannya agar RS Bumi Jayanti dapat segera menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga pelayanan rumah sakit dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai lapisan.

“Kalau ditanya kapan, saya mau secepatnya ada BPJS-nya,” ujarnya.

Iman Adinugraha: Kompetisi Sehat Bisa Dorong Peningkatan Pelayanan

Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Demokrat, H. Iman Adinugraha, menyambut pembangunan RS Bumi Jayanti sebagai bagian dari kontribusi sektor swasta dalam memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Sukabumi.

Iman mengungkapkan bahwa dirinya bersama sejumlah pihak telah cukup lama mendorong investasi pembangunan rumah sakit di Palabuhanratu. Menurutnya, salah satu tantangan yang selama ini menjadi perhatian investor adalah potensi bencana tsunami di kawasan tersebut.

“Pak Kadis ini merayu Ibu Guril tidak gampang. Saya dengan berbagai jurus, saya datang, saya WA, dan bertahun-tahun berdiskusi,” ucap Iman.

Ia mengaku bangga dengan dimulainya pembangunan rumah sakit tersebut.

“Hari ini saya sangat bangga dan terharu karena Palabuhanratu akan hadir RS swasta yang tidak dibiayai negara, sepenuhnya swasta, tidak pinjam dari bank. Jadi Bu Guril ini membangun hasil nabung karena cita-cita lama ingin membangun rumah sakit,” lanjutnya.

Iman juga menilai keberadaan rumah sakit swasta dapat menciptakan kompetisi pelayanan kesehatan secara sehat.

“Memang ada RSUD Palabuhanratu. Tadi Pak Kadis juga mengakui karena tidak ada kompetitor, mungkin RSUD belum bisa maksimal. Tapi kalau nanti sudah ada saingan, saya yakin yang diuntungkan masyarakat Palabuhanratu karena pelayanannya pasti meningkat,” tegasnya.

Dengan dimulainya pembangunan RS Bumi Jayanti, masyarakat Sukabumi Selatan diharapkan memiliki tambahan pilihan fasilitas pelayanan kesehatan, sekaligus memperoleh akses terhadap layanan yang lebih beragam di wilayahnya sendiri.

Fakta Singkat:

  • Kegiatan: Groundbreaking RS Bumi Jayanti
  • Tanggal: Minggu, 20 September 2026
  • Lokasi: Cangehgar, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi
  • Rencana kapasitas: 101 kamar
  • Fasilitas: ICU, NICU, ruang isolasi, pelayanan BPJS Kesehatan, dan VVIP
  • Sumber investasi: Swasta
  • Target: Kerja sama BPJS Kesehatan dan pengembangan program edukasi kesehatan masyarakat

Asep