Delapan Tahun Menanti, Irsyad Akhirnya Dapat Kursi Roda dari Wabup Bandung

Daerah113 Dilihat

KABUPATEN BANDUNG – Setelah bertahun-tahun menanti, Irsyad, anak berusia 8 tahun warga Desa Panyirapan,

Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, akhirnya mendapatkan kursi roda yang selama ini dibutuhkannya.

Bantuan tersebut diberikan langsung Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb saat mendatangi kediaman keluarga Irsyad, Rabu (7/10/2026).

Kedatangan Ali bermula dari informasi yang disampaikan keluarga melalui pesan langsung atau direct message (DM) di media sosial.
Selain kursi roda,

keluarga Irsyad juga menerima bantuan kebutuhan pokok serta bantuan untuk menunjang kebutuhan anak.

Irsyad diketahui mengalami cerebral palsy sejak masih berusia sekitar 42 hari. Kondisinya bermula ketika Irsyad mengalami panas tinggi disertai kejang yang kemudian menyebabkan gangguan motorik.
Menurut Ali Syakieb, kebutuhan kursi roda Irsyad sebenarnya telah disampaikan keluarga sejak 2021. Namun, bantuan tersebut baru terealisasi setelah informasi mengenai kondisi Irsyad sampai kepadanya melalui media sosial.

“Karena kemarin kebetulan saya membaca dan melihat DM itu, saya langsung respons. Alhamdulillah sekarang Irsyad sudah mendapatkan kursi roda,” kata Ali.
Ali menegaskan, media sosial dapat menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Ia mengaku akan berupaya merespons setiap informasi masyarakat yang diketahuinya dan memungkinkan untuk ditindaklanjuti.
“Kalau ada DM masyarakat yang saya lihat, pasti saya respons. Apa pun yang bisa saya bantu, pasti saya bantu,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Ali juga menemukan persoalan lain yang perlu segera ditangani, yakni terkait kepesertaan BPJS Kesehatan Irsyad yang disebut sudah tidak aktif atau memiliki tunggakan.

Menurut Ali, persoalan tersebut perlu segera diselesaikan karena Irsyad masih membutuhkan pelayanan kesehatan dan terapi secara berkelanjutan.
“Kita usahakan agar bisa menjadi BPJS PBI. Kasihan juga Irsyad kalau tidak diselesaikan, nanti tidak bisa terapi,” katanya.
Ali memastikan bantuan untuk Irsyad tidak berhenti pada pemberian kursi roda. Persoalan akses layanan kesehatan juga akan ditindaklanjuti agar Irsyad dapat memperoleh pengobatan dan terapi yang dibutuhkan.

Sementara itu, ibunda Irsyad, Popi Susanti, mengaku sangat bahagia sekaligus lega setelah kebutuhan kursi roda anaknya akhirnya terealisasi.
Popi mengaku tidak menyangka Wakil Bupati Bandung datang langsung ke rumah mereka setelah mengetahui kondisi Irsyad melalui pesan di media sosial.

“Sangat bahagia sekali. Tidak menyangka Bapak Ali Syakieb bakal ke sini. Sudah ditunggu-tunggu dari kemarin-kemarin, baru sekarang.

Alhamdulillah senang,” kata Popi.
Popi menjelaskan, kondisi Irsyad bermula ketika anaknya mengalami panas disertai kejang saat berusia sekitar 42 hari. Sejak saat itu, Irsyad mengalami gangguan motorik dan membutuhkan pendampingan serta pelayanan kesehatan.
“Cerebral palsy. Awalnya panas kejang,” ujar Popi.
Kini, keluarga berharap Irsyad mendapatkan pelayanan kesehatan dan terapi secara berkelanjutan. Popi juga berharap anaknya dapat memiliki kesempatan untuk bersekolah dan menjalani aktivitas seperti anak-anak lainnya.

“Harapannya semoga dapat pelayanan untuk berobat anak. Karena ingin sembuh juga, ingin bisa sekolah,” katanya.
Kisah Irsyad menjadi gambaran bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial, dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk mengetahui kondisi warga secara langsung dan memberikan tindak lanjut terhadap kebutuhan mereka.