Gambar Ilustrasi
KABUPATEN BANDUNG – Seorang petugas keamanan atau satpam gudang garment di kawasan Moch Toha, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, berinisial AF, mengaku menjadi korban dugaan penyerangan dan pengeroyokan oleh sejumlah orang pada Jumat malam (23/10/2026).
Berdasarkan keterangan AF, insiden tersebut melibatkan sekitar enam orang. Korban mengaku mengalami pemukulan secara bersama-sama serta dugaan penggunaan alat setrum dan senjata tajam dalam peristiwa tersebut.
AF menuturkan, kejadian bermula ketika dirinya sedang menjalankan tugas pengamanan di tempat kerja. Saat itu, beberapa orang menghampirinya. Karena merasa curiga terhadap gelagat mereka dan khawatir terjadi kerusakan pada fasilitas tempat kerja, AF mengaku berinisiatif membawa mereka keluar dari area gudang menuju Jalan Radio, kawasan sekitar STT Telkom.
Namun, menurut pengakuan AF, situasi kemudian berubah menjadi insiden kekerasan.
“Sekitar pukul 20.00 WIB, Jumat malam (23/10/2026), saya sedang berada di Jalan Radio. Tiba-tiba mereka menyerang dengan membawa alat setrum dan senjata tajam,” ungkap AF.
Ia mengaku dipukul secara beramai-ramai hingga terjatuh beberapa kali dan mengalami kesulitan untuk berdiri. Seorang rekannya, menurut AF, sempat berteriak meminta pertolongan karena melihat dirinya dikeroyok.
Pada Sabtu pagi (24/10/2026), AF bersama orang tuanya mendatangi Polsek Dayeuhkolot untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.
Menurut keterangan korban, setelah laporan dibuat, petugas kepolisian mengarahkannya untuk menjalani pemeriksaan medis atau visum di Rumah Sakit Welas Asih guna mendokumentasikan kondisi fisiknya setelah kejadian.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian terkait keamanan lingkungan kerja, khususnya bagi petugas keamanan yang menjalankan tugas pada malam hari.
Meski demikian, kronologi dan dugaan keterlibatan sejumlah orang dalam peristiwa tersebut masih perlu didalami melalui proses penyelidikan. Identitas pihak-pihak yang diduga terlibat, motif kejadian, serta ada atau tidaknya penggunaan alat setrum dan senjata tajam perlu dipastikan berdasarkan keterangan para saksi dan bukti yang tersedia.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penanganan laporan tersebut. Redaksi tetap membuka ruang konfirmasi kepada Polsek Dayeuhkolot maupun pihak lain yang berkaitan dengan peristiwa ini untuk memperoleh informasi yang berimbang.
(Redaksi)








