2 Tahun Rusak, Warga Cimeta Perbaiki Jalan Ekonomi Secara Swadaya

Daerah55 Dilihat

Reformasiaktual.com//Bandung Barat
Cisarua – Hampir dua tahun lamanya, jalan penghubung strategis di Kampung Cimeta, membentang dari wilayah RW 09 hingga RW 13, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam kondisi rusak parah.

Jalan yang menjadi urat nadi akses ekonomi warga petani dan peternak ini sempat dibangun menggunakan aspal hotmix dari Dana Desa, namun tidak bertahan lama.

Curah hujan yang tinggi membuat permukaan jalan tersebut tergerus dan rusak kembali, sementara usulan pembetonan permanen yang telah diajukan melalui Musrenbang belum juga terealisasi.

Kini, warga bersama pengusaha setempat bergerak sendiri melakukan penambalan sementara, sambil terus berharap pemerintah daerah menindaklanjuti kebutuhan pembangunan jangka panjang.

Kepala Desa Tugumukti, Nandang Suherman menjelaskan, kerusakan jalan ini bukan perkara sepele. Jalan sepanjang 1.450 meter dengan lebar 3 meter tersebut menghubungkan Desa Tugumukti dengan Desa Kertawangi dan Desa Pasirlangu, serta melayani akses tiga wilayah dusun dan tiga rukun warga.

“Karena adanya longsor di jalur utama lainnya, jalan ini kini menjadi alternatif yang dilalui bahkan oleh kendaraan berukuran besar. Beban ini jauh melebihi kapasitas awal membuat kerusakan semakin parah,” kata Nandang saat ditemui di lokasi, Rabu (28/10/2026).

Nandang mengaku, usulan pembetonan beton telah masuk ke Musrenbang dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp1,8 miliar, namun hingga kini belum ada realisasi.

“Pengajuan juga telah disampaikan kepada fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Bandung Barat, namun belum ada tindak lanjut yang nyata,” ujarnya.

Melihat kondisi itu, pengusaha sekaligus tokoh masyarakat setempat, Deden Arida berinisiatif menggalang gotong royong bersama warga. Dana dan tenaga murni berasal dari swadaya masyarakat dan kontribusi pribadi, tanpa melibatkan anggaran pemerintah.

“Tahap pertama penambalan dilakukan sepanjang sekitar 500 meter menggunakan delapan truk molen material, dikerjakan secara bergotong royong dengan target selesai dalam waktu dua minggu,” kata Deden.

Bos Deden Arida menjelaskan, hal tersebut merupakan upaya antisipasi darurat lantaran jalan yang rusak telah menimbulkan risiko keselamatan nyata, tercatat sejumlah kecelakaan, termasuk pengendara yang jatuh dan tabrakan, kerap terjadi di jalur tersebut.

“Kami berharap pemerintah dapat memprioritaskan penanganan infrastruktur pedesaan yang berdampak langsung pada kehidupan ekonomi dan keselamatan masyarakat,” jelasnya.

“Termasuk mengomunikasikan rencana penanganan secara transparan agar warga tidak menunggu dalam ketidakpastian,” tegasnya.

Captions: Warga Desa Cimeta dan pengusaha tengah melakukan perbaikan sementara jalan penghubung sejumlah desa sepanjang 500 meter.

Journalist A2n***RA