Problem Solving Polsek Galesong Selatan: Sengketa Warga Berakhir Damai Lewat Mediasi Kekeluargaan

TNI/Polri13 Dilihat

Reformasiaktual.com//TAKALAR – Upaya penyelesaian konflik warga kembali ditempuh melalui jalur mediasi oleh aparat di wilayah hukum Polsek Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Senin (27/4/2026).

Bertempat di kantor Polsek Galesong Selatan, persoalan yang dipicu dugaan dampak penyemprotan insektisida terhadap ternak milik warga berhasil diselesaikan secara damai.

Peristiwa ini bermula ketika seorang warga menemukan beberapa ekor ayam miliknya mati di area kebun yang dikelola warga lain.

Dugaan sementara mengarah pada aktivitas penyemprotan insektisida pada tanaman jagung yang dilakukan beberapa hari sebelumnya.

Merasa dirugikan, pihak yang bersangkutan kemudian mengajukan keberatan hingga akhirnya difasilitasi proses mediasi oleh aparat Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Kesepakatan damai dicapai dengan adanya pemberian kompensasi sebagai bentuk tanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan. Langkah ini sekaligus mengakhiri potensi konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Selain itu, aparat juga memberikan imbauan kamtibmas agar warga senantiasa mengedepankan komunikasi serta kehati-hatian dalam beraktivitas, khususnya yang berpotensi berdampak pada lingkungan sekitar.

Penyelesaian ini menjadi contoh konkret pendekatan problem solving yang humanis dan mengutamakan harmoni sosial.

Kapolsek Galesong Selatan, AKP Ahmad Koembara, S.H., M.H., menegaskan bahwa setiap permasalahan di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan secara persuasif dan mengedepankan musyawarah.

“Kami terus mendorong anggota di lapangan untuk mengedepankan pendekatan problem solving dalam setiap konflik warga. Penyelesaian secara damai seperti ini jauh lebih efektif dalam menjaga hubungan sosial tetap harmonis,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran aparat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mediator yang mampu menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Jika ada persoalan, segera komunikasikan dan jangan sampai berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” kata Ahmad Koembara.

Asw-19