


Reformasiaktual.com- Bandung//Film Silent Dance Film “Silent Dance” yang di produseri oleh Syamsudin mengangkat kisah yang menitik beratkan pada kolaborasi antara seni tari modern seperti K-Pop dan seni tari tradisional.
Hal ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan generasi Z yang lebih menyukai tarian modern, sehingga banyak orang dapat mengikis jati diri budaya. Menurut Syamsudin, inilah salah satu visi dan misi utama dalam produksi film tersebut.
Kegiatan waktu itu juga menghadirkan talkshow yang dipandu oleh pembawa acara Idan, dengan menghadirkan produser, aktor, dan artis sebagai narasumber.
Sejumlah artis dan aktor turut hadir dalam talkshow promosi film “Silent Dance”.
Ale memerankan tokoh Laras, seorang gadis remaja yang tetap melestarikan seni tari tradisional; dengan karakternya yang berbudi pekerti baik, Laras mampu mengajak sahabatnya untuk mencintai dan menekuni tarian tradisional.
Ambu Rita Laraswati tampil sebagai sosok sesepuh pelestari budaya yang memiliki sanggar tari dan berperan sebagai pelatih dalam tarian tradisional berjudul “Laras Hati”.
Sementara itu, Kang Arul memerankan Gartiwa, sosok ayah yang penuh ambisi agar putri, Megy, menjadi penari terbaik. Denny Gajlik berperan sebagai Omo dengan karakter licik, sedangkan Abah Ajo hadir sebagai tokoh seni yang bijaksana.
Tak kalah penting, film ini juga melibatkan tokoh seni budaya Ki Daus serta grup penari K-Pop StarBe yang telah dikenal hingga kancah internasional. Selain mereka, masih banyak aktor dan artis lain yang turut memperkaya alur cerita melalui peran masing-masing dalam film “Silent Dance”.
Film “Silent Dance” dijadwalkan tayang serentak pada Kamis, 14 Mei 2026, di seluruh Pulau Jawa serta sejumlah kota besar lainnya, termasuk Labuan Bajo. Penayangan akan berlangsung di jaringan bioskop Sam’s Studio dan New Star Cinema.
Khusus di Kota Bandung, film ini akan diputar di bioskop CGV yang berlokasi di BEC Mall. Sementara itu, gala premiere “Silent Dance” akan digelar lebih awal pada Jumat, 8 Mei 2026, di CGV BEC Mall, Bandung.
Film “Silent Dance” produksi Sanggar Mekar Asih merupakan karya yang sarat nilai edukasi seni budaya, khususnya dalam mendukung perkembangan dan pelestarian seni tari Sunda.
Film ini penting ditonton oleh generasi muda sebagai pendorong semangat untuk lebih mencintai budaya daerah serta memperkuat karakter dan jati diri bangsa.
Diharapkan, “Silent Dance” dapat menjadi sarana edukatif yang menginspirasi anak-anak bangsa untuk turut melestarikan tarian tradisional. Untuk memahami cerita secara utuh-termasuk bagaimana alur berakhir serta mengenal lebih dekat para artis dan aktor yang terlibat-penonton disarankan untuk menonton langsung film ini di bioskop.






