Viral ODGJ Adzan Tanpa Busana di Masjid, Kades Tonjong & Puskesmas Citarik Respon Cepat

Daerah42 Dilihat

Reformasiaktual.com//Kabupaten Sukabumi//Pemerintah Desa Tonjong bersama Puskesmas Citarik bergerak cepat menindaklanjuti viralnya aksi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang adzan tanpa busana di masjid fan meresahkan warga di Masjid Kampung Parung Cabok RT 01/RW 01, Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Aksi tersebut terjadi Kamis dini hari, 17 September 2026 sekitar pukul 00.30 WIB dan sempat membuat warga resah.

Kades Tonjong Turun Langsung ke Lokasi
Menindaklanjuti kejadian, Kepala Desa Tonjong Isep Firdaos langsung turun ke lokasi pada Kamis siang, 17 September 2026 pukul 11.30 WIB bersama tim kesehatan Puskesmas Citarik. Turut hadir Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Tonjong.

“Kami tidak menunggu lama. Begitu ada pemberitaan dan laporan warga masuk, kami langsung tindak lanjuti. Ini soal kemanusiaan dan juga rasa aman warga,” tegas Kades Isep Firdaos di lokasi.

Tim gabungan menemui pihak keluarga untuk menggali riwayat kesehatan. Diketahui yang bersangkutan memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Saat kondisi stabil, ia dikenal sebagai pribadi yang baik, rajin beribadah, dan bekerja sebagai juru parkir di sekitar Palabuhanratu. Namun kondisinya kambuh dalam *2-3 hari terakhir.

Siapkan Rujukan & Pengobatan Rutin

Tim medis Puskesmas Citarik telah menyiapkan pemeriksaan lanjutan dan pemberian obat penenang. Namun saat rombongan tiba, yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat.

“Selanjutnya kami sudah berkoordinasi dengan Puskesmas Citarik untuk evakuasi kemanusiaan dan rujukan perawatan intensif melalui Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi agar yang bersangkutan mendapatkan pengobatan rutin,” jelasnya.

Kades Isep menegaskan penanganan dilakukan secara humanis.

“Kami minta warga tetap tenang, jangan main hakim sendiri dan jangan menyebarkan video saat dia tanpa busana. Beliau warga kita yang butuh diobati, bukan dikucilkan,” pungkasnya.

Harapan Keluarga: Ingin Sembuh Total
Pihak keluarga mengapresiasi gerak cepat Pemdes dan Puskesmas. Mewakili keluarga, kerabat dekat mengatakan kondisi kejiwaan anggota keluarganya memang kambuhan.

“Sudah 3 hari ini kambuh lagi. Kalau lagi sehat dia baik, rajin ke masjid, suka adzan. Kami sebagai keluarga juga kasihan dan bingung harus bagaimana, apalagi keluarga intinya jauh di luar daerah,” ujarnya.

“Harapan kami cuma satu, dia bisa sembuh seperti sedia kala, bisa kerja lagi, bisa ibadah lagi dengan tenang,” tuturnya.

“Terima kasih Pak Kades dan Puskesmas sudah peduli dan datang langsung. Semoga ada jalan untuk kesembuhan,” tutupnya.

Asep